Senin, 27 Sep 2021,


berbagi-oksigen-uad-siap-bantu-pemda-diy-tangani-covidRektor UAD, Muchlas MT, memberikan bantuan oksigen di kampus setempat. (Yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)


Yvesta Putu Ayu Palupi
Berbagi Oksigen, UAD Siap Bantu Pemda DIY Tangani Covid

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA-- Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Muchlas MT, mengungkapkan siap membantu Pemda DIY menyediakan tenaga kesehatan dan medis (nakes) yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19.


Kampus tersebut telah berkoordinasi dengan Pemda untuk menyiapkan SDM yang dibutuhkan. Saat ini ada sekitar 31 dokter ditambah tenaga medis lainnya yang dimiliki UAD.

  • PTMA Harus Bebas dari Gerakan Ekstrimis
  • Zonasi Hapuskan Kastanisasi Sekolah

  • “Saya kira kita bisa memberikan bantuan, pada prinsipnya kami siap ikut berpartisipasi terutama menyangkut ketersediaan nakes maka kita punya resources itu. Dari dokter dan paramedis,” papar Muchlas di sela-sela Program ‘UAD Peduli Oksigen untuk Kemanusiaan’ di Kampus 4 Ringroad Selatan Bantul, Selasa (27/7/2021).

    Menurut Muchlas, UAD tidak hanya memiliki nakes namun juga menyediakan apotek dan tenaga farmasi jika dibutuhkan. Mereka siap dimobilisasi jika dibutuhkan. “Yang penting nanti tugasnya bergantian shift karena kami punya punya rumah sakit," ujarnya.

  • Catat, Angka Perceraian Guru Paling Tinggi di Indonesia

  • Muchlas menambahkan, selama pandemi kampus tersebut melakukan banyak hal. Mulai dari  pembentukan Satgas Covid-19, Peduli Covid-19, Mitigasi Masyarakat Daerah Terpencil, Membuat 10 buku proses Pembelajaran Masa Pandemi, Pistol Covid-19, Shelter UAD, Vaksinasi, Bansos Virtual hingga membantu kebutuhanan oksigen bagi rumah sakit yang membutuhkan.

    Bantuan oksigen kali ini, UAD membagikan 105 tabung. Bantuan ini disalurkan ke sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 akibat kelangkaan stok oksigen di DIY. “Bantuan Oksigen 105 tabung ini harapannya bisa membantu kelangkaan oksigen,” jelasnya.

    Gita Danu Pranata selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY mengungkapkan, saat normal, oksigen didapatkan secara gratis. Namun saat ini terjadi kelangkaan sehingga banyak rumah sakit yang kekurangan.

    “Saat terjadi kelangkaan menjadi problem tersendiri. Kami mengapresasi atas kegiatan ini. Inilah bentuk spiritualitas nyata,” paparnya. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini