Bank Indonesia Meluncurkan QRIS Andong Wisata

Selama ini transaksi andong masih didominasi pembayaran tunai.

Bank Indonesia Meluncurkan QRIS Andong Wisata
Peluncuran QRIS Andong Wisata di kantor perwakilan Bank Indonesia, Yogyakarta. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Bank Indonesia Kantor Perwakilan Yogyakarta meluncurkan program QRIS Andong Wisata sebagai langkah konkret mewujudkan transformasi digital di sektor pariwisata.

Program ini diharapkan mampu mempercepat ekosistem keuangan digital yang inklusif sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai smart city dan destinasi budaya unggulan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, mengatakan digitalisasi menjadi salah satu dari tiga pilar utama penggerak ekonomi Indonesia selain hilirisasi dan transisi energi bersih.

Menurutnya, penerapan QRIS pada andong wisata bukan sekadar memudahkan transaksi, tetapi juga bagian dari membangun sistem keselamatan dan efisiensi di sektor pariwisata.

Bidang pariwisata

“Kami sangat mengapresiasi Bank Indonesia dan seluruh pihak yang mendorong transformasi digital, termasuk di bidang pariwisata," ujar Kadri dalam peluncuran QRIS Andong Wisata, Rabu (5/11/2025), di kantor Bank Indonesia Yogyakarta.

"Digitalisasi pembayaran melalui QRIS adalah langkah konkret untuk menciptakan ekosistem wisata yang adaptif terhadap teknologi dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan,” lanjutnya.

Menurut dia, keberadaan Andong sebagai ikon wisata budaya di kawasan cagar budaya Keraton Yogyakarta memiliki nilai penting dalam menjaga identitas kota. Namun, di tengah arus digitalisasi, para kusir andong masih menghadapi keterbatasan akses ke sistem keuangan modern.

“Selama ini transaksi andong masih didominasi pembayaran tunai yang berisiko dan kurang efisien. Melalui digitalisasi, para kusir dapat terhubung dengan sistem keuangan nasional dan meningkatkan profesionalisme dalam melayani wisatawan,” katanya. 

Keamanan transaksi

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Sri Darmadi Sudibyo, menjelaskan, penggunaan QRIS akan meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi bagi pelaku wisata.

Selain memudahkan pembayaran tanpa uang tunai, sistem ini juga membantu pelaku usaha membangun credit profile untuk akses permodalan di kemudian hari.

“Transaksi digital membuat semua pembayaran tercatat otomatis. Data itu bisa menjadi dasar penilaian lembaga keuangan jika pelaku usaha ingin menambah modal, misalnya membeli kuda atau memperbaiki andong,” ujarnya.

Darmadi menambahkan, sebagian besar wisatawan kini berasal dari generasi milenial dan Z yang sudah terbiasa dengan pembayaran digital. Karena itu, pelaku wisata perlu beradaptasi agar tidak kehilangan pelanggan.

“Langkah kecil ini penting untuk mempersiapkan Jogja menjadi smart city, kota wisata yang memberi kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat serta wisatawan,” tandasnya. (*)