"Bahkan Kalau Bisa Jalur Kereta Dikembalikan Sampai ke Bantul"

Keraton Yogyakarta Inggris membahas transportasi di Jogja, memannfaatkan Sultan Ground.

"Bahkan Kalau Bisa Jalur Kereta Dikembalikan Sampai ke Bantul"
Dubes Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, didampingi Executive Vice President KAI Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo dan GKR Mangkubumi mengunjungi Stasiun Yogyakarta. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menyatakan kesiapan mendukung penataan kawasan transportasi di DIY, termasuk pemanfaatan lahan milik Keraton (Sultan Ground) untuk pengembangan infrastruktur publik.

Hal ini disampaikan Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Datu Dana Suyasa, GKR Mangkubumi, saat mendampingi kunjungan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, di Stasiun Yogyakarta, Rabu (8/4/2026).

GKR Mangkubumi mengatakan, pembahasan difokuskan pada penataan kawasan transportasi terintegrasi dan pengembangan Stasiun Yogyakarta yang semakin padat. Saat dikonfirmasi terkait kemungkinan pemanfaatan lahan Keraton, dia memastikan dukungan tersebut. "Ya, pasti (lahan keraton bisa dimanfaatkan)," ujar GKR Mangkubumi.

Menurutnya, pengembangan difokuskan pada peningkatan kapasitas stasiun dan kenyamanan penumpang tanpa merusak kawasan cagar budaya. "Kita ingin stasiun di Jogja ini bisa lebih baik. Pengembangan Stasiun Tugu diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, bahkan kalau bisa jalur kereta dikembalikan sampai ke Bantul," tambahnya.

Lokasi penting

Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi Kemitraan Strategis Inggris - Indonesia yang diluncurkan awal tahun oleh Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Sedangkan Dominic Jermey menjelaskan, Yogyakarta menjadi salah satu lokasi penting dalam program MELAJU, yakni kemitraan infrastruktur untuk mendorong mobilitas perkotaan rendah karbon.

"Dukungan kami mencakup penyusunan panduan implementasi Transit-Oriented Development (TOD) dan Land Value Capture, serta bantuan teknis untuk perencanaan e-mobility yang inklusif," kata Dominic.

Selain sektor transportasi, kerja sama juga mencakup ketahanan iklim berbasis masyarakat, seperti pengelolaan sampah sirkular di Bantul, serta kehutanan sosial dan ekowisata di Kulonprogo.

Penataan stasiun

Di bidang pendidikan, pihak Kedutaan Inggris juga menyerahkan piagam Duke of Edinburgh's International Award kepada 62 pemuda di Magelang.

Sementara itu, Executive Vice President KAI Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi tersebut. Penataan stasiun ke depan akan menitikberatkan pada aspek keberlanjutan guna mendukung target net zero emission 2060.

"Penataan stasiun bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemudahan integrasi antarmoda, sehingga penumpang lebih mudah mengakses transportasi lanjutan," ujarnya.

Manager Humas KAI Daop 6, Feni Novida Saragih, menambahkan sejumlah langkah ramah lingkungan telah diterapkan, seperti sistem boarding face recognition untuk mengurangi penggunaan kertas, fasilitas water station gratis guna menekan botol plastik sekali pakai, serta fitur carbon footprint di aplikasi Access by KAI. (*)