Banyak Korban, Dishub Purworejo Copot Speed Bump Setinggi Lima Sentimeter

Yang tersisa speed bump berukuran dua sentimeter warna putih dan kuning hitam.

Banyak Korban, Dishub Purworejo Copot Speed Bump Setinggi Lima Sentimeter
Speed bump lima sentimeter di barat SMA 7 Purworejo dilepas oleh Dishub Purworejo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat arus mudik Nataru 2025/2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Purworejo mencopot speed bump (polisi tidur) setinggi 5 sentimeter di barat SMAN 7 Purworejo.

Pencopotan tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat karena speed bump itu justru menelan banyak korban.

Kepala Dishub Purworejo melalui Kabid Lalu Lintas Dishub Purworejo, Harno Muchni, mengatakan atas keluhan masyarakat tersebut pihaknya melakukan rapat evaluasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 25 Jalan Nasional dan Polres Purworejo serta pihak terkait.

"Kami melakukan penyesuaian ketinggian speed bump, untuk langkah nyata untuk keselamatan pengendara. Speed bump setinggi 5 cm di barat SMAN 7 Purworejo kami copot, yang tersisa speed bump berukuran dua sentimeter warna putih dan kuning hitam," jelasnya, Rabu (24/12/2025) di kantornya.

Pertimbangan teknis

Harno Muchni menambahkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 25 Jalan Nasional yang menangani wilayah ini berencana memasang speed bump dengan ketebalan 1,8 cm hingga 2 cm. Bagian putih yang terdeteksi setebal 1,2 cm menjadi bagian dari pertimbangan teknis agar tetap aman namun tidak terlalu tinggi.

Dishub Purworejo juga mengantisipasi perlintasan kereta api yang tidak terjaga (perlintasan desa), terutama di wilayah lintas selatan yang terkadang tidak terdeteksi secara otomatis, seperti di Desa Plandi dan Desa Dewi. Pemudik diimbau untuk ekstra hati-hati saat melintasi jalur-jalur tersebut.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati saat melintasi perlintasan kereta api yang tidak terjaga, karena keselamatan adalah prioritas utama," tambah Harno Muchni.

Jika terjadi kepadatan arus lalu lintas maka petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas. Untuk kenyamanan dan keamanan pengendara selama libur Nataru masyarakat diminta tertib mematuhi rambu lalu lintas, terutama di jalan Magelang yang diprediksi padat dan berbahaya.

Bebas lubang

Pengalihan lalu lintas akan bersifat kondisional. Arus hanya akan dialihkan jika terjadi kemacetan parah di titik-titik tertentu. Untuk persiapan jalan, pihak PPK 25 memastikan jalan nasional di wilayah Purworejo dalam kondisi mantap dan bebas lubang sebelum puncak arus mudik.

"Pemudik disarankan untuk selalu memantau info terkini melalui media sosial resmi Dishub Purworejo atau Polres Purworejo, agar dapat menghindari kemacetan dan kecelakaan," kata Harno. (*)