PT Railink Raih Penghargaan Public Relations Indonesia Awards 2025
Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen PT Railink meningkatkan pelayanan informasi.
KORANBERNAS.ID, BANDUNG -- PT Railink mendapatkan penghargaan atas kinerja dalam memaksimalkan digitalisasi ke masyarakat dalam ajang bergengsi Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2025 yang diselenggarakan di Graha Pos Indonesia, Bandung, Rabu (26/2/2025).
Perusahaan yang mengoperasikan layanan KA Bandara di Medan dan Yogyakarta ini berhasil meraih penghargaan di dua kategori sekaligus dalam sektor Kanal Digital.
Yakni kategori Kanal Digital-Sub Kategori Website dengan nama https://www.railink.co.id/news-event. Selain itu kategori Kanal Digital-Sub Kategori Aplikasi dengan nama KA Bandara.
"Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen PT Railink meningkatkan pelayanan informasi serta memperkuat interaksi dengan masyarakat melalui platform digital," kata Supriyanto, Corporate Secretary PT Railink.
Dikelola profesional
Website resmi Railink yang dikelola secara profesional menjadi sumber informasi utama bagi pelanggan terkait berita, layanan, dan berbagai informasi terkini mengenai Kereta Api Bandara.
Sedangkan aplikasi KA Bandara sebagai solusi digital untuk kemudahan akses layanan transportasi yang lebih praktis dan efisien bagi pengguna.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras tim PT Railink mengembangkan platform digital yang informatif, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami akan terus berinovasi agar layanan digital kami semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Public Relations Indonesia Awards (PRIA) merupakan ajang penghargaan diadakan setiap tahun oleh Majalah PR Indonesia untuk mengapresiasi praktik komunikasi dan kehumasan terbaik di berbagai sektor.
Adaptif
Penghargaan ini juga diberikan ke perusahaan lainnya seperti Pertamina, Bank Mandiri, Pos Indonesia, Bukit Asam, BCA, Pupuk Indonesia, BRI, Telkomsel.
"Penghargaan semakin memperkuat posisi PT Railink sebagai salah satu perusahaan transportasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi," kata Supriyanto. (*)