Anggota Satgas PPA Bantul Outbound di Tawangmangu
Di tengah keterbatasan anggaran ternyata Satgas PPA tetap bersemangat.
KORANBERNAS.ID, KARANGANYAR -- Anggota Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bantul mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Outbound dengan tema Tingkatkan Sinergitas dan Kolaborasi dengan Mempererat Persaudaraan. Kegiatan itu dilaksanakan Selasa (2/12/2025) siang hingga sore bersama DP3P2KB Kabupaten Bantul di Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah.
Sebagai narasumber Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bantul, Yohanes Ariyanto MP dan Ketua Satgas PPA Bantul, M Zainul Zain SAg.
“Di tengah keterbatasan anggaran ternyata teman-teman Satgas PPA ini tetap bersemangat melaksanakan program-programnya termasuk peningkatan kapasitas. Saya memberikan apresiasi,” kata Ari.
Saat ini, lanjut Ari untuk program yang ada di DP3P2KB berjalan sesuai rencana. Termasuk rumah perlindungan sementara bagi korban kekerasan perempuan dan anak. “Semoga tidak terpakai jadi artinya zero kekerasan di Kabupaten Bantul,” katanya.
Narasumber peningkatan kapasitas Satgas PPA Bantul. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Zainul dalam materinya mengatakan kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Yang dilaporkan jauh lebih sedikit daripada yang sebenarnya (fenomena gunung es).
Di sanalah ada peran Satgas PPA. Bagaimana Satgas bisa melakukan penjangkauan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan yang dilaporkan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPA Bantul, melakukan identifikasi kondisi dan layanan yang dibutuhkan perempuan dan anak yang mengalami permasalahan. “Melindungi perempuan dan anak di lokasi kejadian dari hal yang dapat membahayakan dirinya,” kata Zainul.
Selain itu, juga melakukan rujukan atau rekomendasi ke P2TP2A/UPTD PPA terdekat atau lembaga layanan perempuan dan anak untuk mendapatkan layanan lebih lanjut, serta melaksanakan tugas dari Kepala DP3P2KB untuk kampanye, penyuluhan dan sosialisasi perlindungan perempuan.
Adapun prinsip kerja Satgas PPA adalah cepat, aman dan nyaman, rasa empati, non diskriminasi, mudah dijangkau, menghargai perbedaan individu, kerahasiaan data korban, tidak menghakimi, menghormati pilihan dan keputusan sendiri serta menggunakan bahasa sederhana dan dapat dimengerti. (*)
Sariyati Wijaya
