Alumni Bosa Yogyakarta Berbagi Takjil, Menjaga Tradisi Guyub Rukun

Alumni lintas angkatan mulai generasi 1970-an hingga 2000-an secara bergiliran turun langsung.

Alumni Bosa Yogyakarta Berbagi Takjil, Menjaga Tradisi Guyub Rukun
Alumni Bosa Yogyakarta saat melakukan pembagian takjil, Senin (23/2/2026). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Semangat berbagi di bulan Ramadan kembali ditunjukkan oleh Alumni SMA BOPKRI I (Bosa) Yogyakarta yang tergabung dalam Alumni Bosa Bersatu (ABB). Pada Ramadan 1447 H/2026, ABB menggelar aksi sosial berbagi sedikitnya 6.000 paket takjil kepada masyarakat.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin sejak 2021 ini berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai Senin (23/2/2026) hingga Jumat (13/3/2026), di lingkungan SMA Bosa Yogyakarta, Jalan Wardani No 2 Kotabaru.

Alumni lintas angkatan, mulai dari generasi 1970-an hingga 2000-an, secara bergiliran turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan, seperti pengendara sepeda motor, becak motor, bus, hingga mobil yang melintas di kawasan tersebut.

Sekretaris Jenderal ABB, Dadikz, menyatakan kegiatan ini merupakan pelaksanaan kelima dan semakin memperlihatkan soliditas alumni lintas generasi. “Yang menggembirakan, para alumni lintas angkatan memiliki semangat yang sama untuk berbagi dan hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kepedulian sosial

Dia menjelaskan, pembagian takjil dilakukan dua hari sekali dengan jumlah sekitar 450 hingga 800 paket setiap kegiatan. Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan jejaring alumni.

“Setelah berbagi, kami biasanya melanjutkan dengan buka puasa bersama di sekretariat ABB di SMA BOSA,” kata Dadikz. Di situ terjadi interaksi lintas Angkatan sekaligus menjaga tradisi guyub rukun.

Salah seorang peserta, Prima Laksana alumni angkatan 1990 mengaku kegiatan tersebut memberi makna lebih dari sekadar berbagi makanan berbuka. “Kegiatan positif seperti ini layak terus dikembangkan. Selain mempererat ikatan antaralumni, juga sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap, ke depan kegiatan ABB tidak hanya berhenti pada berbagi takjil, tetapi juga berkembang menjadi program sosial lain yang berdampak lebih luas bagi masyarakat. ABB menunjukkan, solidaritas alumni dapat menjadi kekuatan sosial yang nyata, sekaligus menjaga nilai kebersamaan yang telah lama tumbuh di lingkungan SMA Bosa Yogyakarta. (*)