Persiapan Lebaran, Bupati Sleman Minta OPD Jaga Pasokan Bahan Pokok

Pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri merupakan tugas negara yang sangat strategis.

Persiapan Lebaran, Bupati Sleman Minta OPD Jaga Pasokan Bahan Pokok
Bupati Sleman Harda Kiswaya memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Selasa (24/2/2026). (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Guna memastikan persiapan menjelang Hari Raya Lebaran Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Selasa (24/2/2026), di Ruang Rapat Sembada kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Agenda yang dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya ini untuk menyepakati langkah konkret menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok.

Bupati menyatakan, pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri merupakan tugas negara yang sangat strategis. Forum itu menjadi ruang konsolidasi dan evaluasi untuk merumuskan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan.

Harda menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satgas Pangan memperkuat pengawasan di lapangan guna mengantisipasi praktik penimbunan barang yang sengaja memanfaatkan momentum hari raya. Dia berharap distribusi bahan pangan tetap merata di seluruh wilayah sehingga tidak hanya menumpuk di titik tertentu.

Stok pangan

"Saya minta operasi pasar atau pasar murah benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Pastikan ketersediaan stok pangan baik di pasar tradisional maupun ritel modern," tegas Harda.

Lebih lanjut dia mengimbau para pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar serta mengajak masyarakat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan tanpa melakukan panic buying.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Heri Setyawati melaporkan tingkat inflasi tahunan DIY pada Februari 2026 berada pada angka 3,30 persen. Khusus Kabupaten Sleman, Indeks Perubahan Harga (IPH) pada minggu ketiga Februari tercatat sebesar 3,39 persen.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas pangan strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras dan telur ayam seiring meningkatnya permintaan pasar.

Stabilitas harga

HLM kali ini difokuskan menjamin stabilitas harga sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga hingga hari raya nanti.

"Kami terus memantau dinamika harga komoditas tersebut. High Level Meeting menjadi media penguatan sinergi agar kita bisa menyepakati langkah konkret secara cepat apabila terjadi gejolak harga di pasar," kata Heri Setyawati. (*)