atas1

Aksi Damai Kitorang Semua Basudara, dari Jogja Untuk Papua

Selasa, 03 Sep 2019 | 08:50:21 WIB, Dilihat 284 Kali - Oleh Muhammad Zukhronnee Ms

SHARE


Aksi Damai Kitorang Semua Basudara, dari Jogja Untuk Papua GKR Hemas di tengah kerumunan aksi damai Kitorang Semua Basudara di plasa miniatur Tugu Golong Gilig di sisi tenggara kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta, Minggu (1/9/2019) malam. (Muhammad Zukhronnee ms/koranbernas.id)

Baca Juga : Milad ke-69, SMA Muhammadiyah 2 Jogja Kembangkan Multikecerdasan


KORANBERNAS.ID -- Sejumlah elemen masyarakat Yogyakarta menggelar aksi damai menyerukan persatuan bangsa. Aksi damai yang dinamai "Kitorang Semua Basudara, Indonesia Rumah Kita Bersama" digelar di plasa miniatur Tugu Golong Gilig di sisi tenggara kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta, Minggu (1/9/2019) malam.

Elemen masyarakat yang terdiri dari seniman, budayawan, musisi, simpatisan partai hingga mahasiswa berbagai kampus di yogyakarta memenuhi kawasan Tugu sejak pukul 19:00 WIB. Selain orasi budaya, acara ini juga dimeriahkan dengan Tari Yosimpancar yang merupakan tarian asli Papua, musikalisasi puisi, pantomime hingga lagu-lagu daerah.

Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang turut hadir dalam aksi damai tersebut menyampaikan keyakinannya bahwa Yogyakarta tetap punya toleransi terhadap segala jenis warga masyarakat yang tinggal.

"Saya juga yakin bahwa anak-anak papua yang belajar di Yogyakarta banyak mendapat manfaat dari banyak sekolah yang ada di jogja. Mereka ingin maju," papar Hemas.

"Yogyakarta sebagai kota yang nyaman, sebagai kota yang toleransi, sebagai yogjakarta yang tentunya bisa menjadi kota bagi seluruh Indonesia, karena Yogyakarta adalah barometer Indonesia," lanjutnya.

"Siapa yang setuju? Kalau kita setuju, kita harus mengamankan jogja untuk indonesia," tutupnya.

Sementara Widihasto selaku inisiator acara aksi damai menyampaikan, melalui acara itu para tokoh dan elemen masyarakat di Yogyakarta ingin mengingatkan kembali bahwa Indonesia terdiri atas beragam suku, etnis, agama, serta kepercayaan yang sangat beragam. Dengan demikian diperlukan komitmen bersama untuk tetap menjaga keutuhan NKRI.

Ia berharap mahasiswa asal Papua yang belajar di Yogyakarta tetap tenang dan tidak terprovokasi hasutan oleh berita yang tidak benar serta mengabaikan permintaan pulang ke Papua.

"Karena di Yogyakarta damai-damai saja. Tidak ada rasisme, tidak ada ancaman terhadap mahasiswa Papua karena mereka juga bagian dari masyarakat Yogyakarta," pungkasnya. (yve)



Selasa, 03 Sep 2019, 08:50:21 WIB Oleh : Yvesta Putu Sastrosoendjojo 379 View
Milad ke-69, SMA Muhammadiyah 2 Jogja Kembangkan Multikecerdasan
Selasa, 03 Sep 2019, 08:50:21 WIB Oleh : Redaktur 444 View
Santri Al Imdad Sukses Kembangkan Ternak
Selasa, 03 Sep 2019, 08:50:21 WIB Oleh : Sari Wijaya 16972 View
Tersedia 5.636 Lowongan, Berijazah SD Bisa Daftar

Tuliskan Komentar