Airnya Bisa Langsung Diminum, Pemdes Manjungan Klaten Garap Wisata Air Tegal Budho
Hasil uji lab diketahui pH air 7,3, airnya bebas mangan. Sudah dibangun tempat mengolah air isi ulang.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Pemerintah Desa (Pemdes) Manjungan Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten terus berupaya membawa desanya ke arah yang lebih maju, berkembang dan mandiri. Salah satunya melalui pemanfaatan aset desa yang tidak produktif untuk selanjutnya disulap menjadi kawasan wisata.
Diawali dari pembangunan Umbul Susuhan di pinggir Jalan Klaten-Jatinom beberapa tahun lalu, saat ini umbul tersebut sudah dilengkapi sejumlah fasilitas berupa kolam renang dan kuliner sehingga menjadi salah satu obyek wisata air yang ramai dikunjungi wisatawan.
Setelah sukses membangun Umbul Susuhan, Pemdes Manjungan tidak berhenti berinovasi. Kali ini, tanah kas desa yang tidak produktif seluas delapan hektar dimanfaatkan menjadi tempat wisata air yang akan dilengkapi fasilitas kolam renang dan tubing.
Bahkan hasil uji lab pH air 7,3 bebas mangan menjadikan air yang dihasilkan bisa langsung diminum. Karenanya, di tempat wisata Tirta Budho juga sudah dibangun tempat mengolah air isi ulang.
Dibor 57 meter
Kawasan wisata ini terletak di Dukuh Tegal Budho, tepatnya di belakang Indomart di sebelah timur Umbul Susuhan. Pembangunan tempat wisata ini diawali dengan mencari sumber mata air pada Maret 2025.
Pencarian sumber mata air dengan cara dibor sedalam 57 meter itu akhirnya membuahkan hasil. Debit air 30 meter per detik itu kini bisa mengisi kolam ukuran 10x10 meter kedalaman dua meter hanya beberapa jam saja.
Mengusung konsep "Segarkan Tubuh Tenangkan Pikiran" wisata air yang kini dibangun oleh Pemdes Manjungan ditargetkan sudah bisa diuji coba pada libur tahun baru dan lebaran 2026.
Kepala Desa Manjungan, Dunung Nugraha SE, mengatakan pengembangan kawasan wisata air Tegal Budho dilatarbelakangi kondisi Desa Manjungan yang dikenal sebagai desa yang banyak akan sumber mata air.
Fungsi lahan
Selain itu, adanya pemikiran untuk mengembangkan kawasan wisata ke sebelah timur Umbul Susuhan.
"Desa Manjungan punya lahan yang tidak produktif. Agar kawasan itu mendatangkan nilai harus ada alih fungsi lahan. Salah satunya mengembangkan kawasan wisata di sebelah timur Umbul Susuhan," katanya saat ditanya yang melatarbelakangi dirinya membangun kawasan wisata di Dukuh Tegal Budho.
Dia menambahkan, kolam yang sudah selesai dibangun nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan wisata dan terapi (aqua therapy). "Kebetulan ada warga kami yang bekerja di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Nanti akan buka usaha fisioterapi dan aqua therapy. Bisa buat terapi syaraf kejepit," jelas Dunung.
Ke depan, di kawasan wisata Tegal Budho akan dilengkapi wisata tubing yang nantinya bisa menjadi ikon wisata di tiga kecamatan yakni Ngawen, Jatinom dan Karanganom. (*)
Masal Gurusinga
