gkbraa-paku-alam-memuji-interior-gedung-dekranasda-slemanKetua Dekranasda Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyerahkan potongan tumpeng kepada Wakil Ketua Dekranasda DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Pakualam. (istimewa)


Nila Jalasutra

GKBRAA Paku Alam Memuji Interior Gedung Dekranasda Sleman

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Gedung Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Sleman telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sleman pada tahun 2019 dan disempurnakan hingga bulan Juni tahun 2020. Pembangunan tersebut simaksudkan untuk mempromosikan produk kerajinan Kabupaten Sleman kepada masyarakat domestik maupun internasional melalui fasilitas ruang pameran (galeri/showroom).


Baca Lainnya :

Untuk mempromosikan Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman yang diharapkan mempercepat kebangkitan IKM Sleman di era adaptasi kebiasaan baru, Bupati Sleman, Sri Purnomo melakukan pre-launching, Rabu (29/7/2020) sore. Acara ditandai pemotongan tumpeng, cara men-scan barcode dan dilanjutkan mengenalkan produk-produk kerajinan yang dipamerkan di lokasi tersebut. Di tempat yang sama juga dilakukan Pameran Mebel, Kerajinan & Batik 2020.

Saat peresmian, Sri Purnomo didampingi Ketua Dekranasda Sleman, Kustini Sri Purnomo, dan Wakil Ketua Dekranasda DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Pakualam.


Baca Lainnya :

Ketua Dekranasda, Kustini Sri Purnomo, mengatakan pre-launching Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman 2020 sekaligus pembukaan Pameran Mebel, Kerajinan & Batik 2020 ini akan mengawali langkah selanjutnya untuk saling menguatkan produk-produk kerajinan yang diharapkan akan mengangkat kesejahteraan masyarakat Sleman melalui sektor pariwisata dengan dibarengi Adaptasi Kebiasaan Baru.

"Penerapan protokol kesehatan, upaya-upaya memudahkan transaksi jual beli, inovasi berbagai produk, penggunaan teknologi informasi, menjadi satu kesatuan dinamika yang harus kita jalani dan optimalkan. Seluruh kegiatan ini pastinya selaras dengan kebijakan Dekranas Pusat yang mendorong produktifitas perajin/pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) melalui platform digital," kata Kustini.

Sementara GKBRAA Paku Alam memuji gedung Dekranasda Sleman yang interiornya dan barang-barangnya bagus seperti ketika ia belanja di Eropa. "Sangat layak untuk go internasional. Kita juga harus membeli produk-produk lokal sendiri karena kalau bukan kita siapa lagi. Selain itu juga produk orang-orang DIY juga tak kalah kualitasnya dengan produk luar negeri," kata GKBRAA Paku Alam.

Ke depan Dekranasda diharapkan sebagai rumah promosi UKM agar tercipta kemajuan usaha dan akan tercipta pemberdayaan ekonomi. Pameran diikuti oleh Koperasi Serayu dan Mukti Manunggal dan masyarakat diharapkan bisa belanja dan membeli produk UKM di gedung Dekranasda.

Untuk lebih menarik pangsa pasar, Pemkab Sleman juga telah membuat portal digital yang akan mempermudah calon pembeli dalam memilih dan bertransaksi dengan pengrajin. Melalui web penjualan online www.serayuhimki.com masyarakat bisa lebih nyaman berbelanja dari mana saja.

“Web online yang sifatnya digital ini sangat baik karena tidak membatasi pangsa pasar. Jadi tidak ada batasan pelanggan. Siapa saja bisa akses,” kata Sri Purnomo.

Selama masa pandemi Covid-19, menurut Bupati, kegiatan produktifitas perajin/pelaku IKM terhambat. Sehingga perlu dorongan dari pemerintah untuk membangkitkan kembali perekonomian para perajin. Dengan telah berdirimya gedung Dekranasda, nantinya secara bertahap pelaku usaha di Sleman akan mengisi galeri yang telah disediakan.

“Apresiasi untuk para pelaku UMKM yang sudah berani memulai produksi kerajinan meski ditengah pandemi. Pemkab Sleman akan terus mendorong kerajinan UMKM bangkit dan dapat bersaing di pasar global,” kata Sri Purnomo. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini