Sabtu, 08 Mei 2021,


pengelola-destinasi-wisata-di-sleman-diminta-konsisten-menerapkan-protokol-kesehatanKepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih. (nila jalasutra/koranbernas.id)


Nila Jalasutra
Pengelola Destinasi Wisata di Sleman Diminta Konsisten Menerapkan Protokol Kesehatan

SHARE




KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Terkait dengan long weekend Hari Raya Idul Adha pada hari Jumat (31/7/2020) sampai hari Minggu (2/8/2020) Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih, mengimbau pengelola destinasi pariwisata dan juga usaha jasa pariwisata di wilayah Sleman untuk selalu memastikan penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19.

  • GKBRAA Paku Alam Memuji Interior Gedung Dekranasda Sleman
  • GL Zoo Dijadwalkan Buka Lagi 3 Agustus dengan Harga Tiket Rp 60 Ribu

  •  

    "Perlindungan untuk tamu, operator, dan lingkungan penting dilakukan secara pararel dengan upaya bergeraknya sektor pariwisata. Bergeraknya sektor pariwisata melalui uji coba terbatas ini diartikan dengan bergeraknya sektor pariwisata secara bertahap, yang setiap perkembangannya terus kami pantau dan evaluasi," kata Sudarningsih, Kamis (30/7/2020).  

  • Roemah Martha Tilaar Tertarik Produk Garam Kesehatan Kebumen
  • Jumlah Kampung Tangguh Nusantara di Sleman Makin Bertambah

  •  


    Upaya pelaku pariwisata juga harus didukung dengan perilaku wisatawan yang untuk saat ini seharusnya sudah sadar betul terkait kebiasaan baru yang harus dilakukan terkait pencegahan penularan Covid-19. Seperti, selalu memakai masker di ruang publik secara baik dan benar, menerapkan etika batuk dan bersin, selalu menjaga jarak 1,5 meter, menghindari kerumunan di dalam obyek wisata dan sebagainya. 


     

    "Jika pengelolaan manajemen dan perilaku wisatawan dapat bersinergi baik, tentunya sangat positif untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan bergeraknya sektor  pariwisata," kata Sudarningsih.

     

    Sebelumnya, Dinas Pariwisata Sleman sudah melakukan verifikasi uji coba destinasi dan dilakukan kepada 66 destinasi dan usaha jasa pariwisata di wilayah Kabupaten Sleman. “Dari permohonan yang sudah masuk sejumlah 66 destinasi dan usaha jasa pariwisata, sudah dilakukan verifikasi sebanyak 4 kali (dalam 2 minggu),” katanya.


    Adapun rincian permohonan dari destinasi dan usaha jasa pariwisata tersebut yaitu destinasi sebanyak 16 permohonan, area bermain 4 permohonan, hotel 2 permohonan, restoran (rumah makan/kafe) 4 permohonan, karaoke 9 permohonan, spa 2 permohonan, klub malam 2 permohonan, MICE 2 permohonan, dan angkutan wisata sebanyak 25 permohonan. (eru)



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini