Yakkum dan Pemkab Purworejo Peringati Hari Disabilitas Internasional

Kegiatan diikuti 300 orang dengan disabilitas psikososial, kader kesehatan jiwa desa.

Yakkum dan Pemkab Purworejo Peringati Hari Disabilitas Internasional
Launching Buku Sehat Sahabat Jiwa dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Pusat Rehabilitasi Yakkum bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menyelenggarakan serangkaian kegiatan Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025.

Dengan mengusung semangat Mewujudkan Guyub Rukun, Kesehatan Jiwa, Kemandirian dan Keadilan Sosial bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Purworejo, acara itu berlangsung di halaman Art Center Purworejo, Senin (22/12/2025).

Tampak hadir Wakil Bupati kabupaten Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Purworejo, Sudarmi dan Andang Nugerahatara Sutrisno, Kapolres Kabupaten Purworejo AKBP Andry Agustiano serta perwakilan Direktur Pusat Rehabilitasi YAKKUM.

Kegiatan diikuti 300 orang dengan disabilitas psikososial, kader kesehatan jiwa desa, Kelompok Difabel Desa (KDD) dan organisasi penyandang disabilitas. Peringatan ini bertujuan menggerakkan kesadaran, kesehatan jiwa merupakan hak fundamental, khususnya bagi kelompok rentan seperti Orang dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) dalam menguatkan komitmen terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Kesehatan jiwa

“Semoga dengan peringatan hari disabilitas internasional masyarakat semakin aware dan semakin sadar dan di Kabupaten Purworejo ini sudah ada organisasi-organisasi yang sudah terbentuk dari tingkat kabupaten kecamatan dan desa, dan dalam kegiatan ini juga mengkampanyekan pentingnya kesehatan jiwa,” kata wakil bupati.

Kepala Bagian Komunikasi dan Informasi Pusat Rehabilitasi YAKKUM Brigita Angreehapsari menjelaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak terutama dari Pemerintah Kabupaten Purworejo.

“Purworejo menjadi salah satu wilayah yang kami banggakan dengan adanya sinergi yang kuat antara lembaga kesejahteraan sosial seperti kami, pemerintah daerah dan teman-teman dari organisasi penyandang disabilitas di berbagai area. Kami berharap dukungan ini akan tetap terus berjalan untuk memperluas modeling yang menekankan pada keterlibatan masyarakat agar isu kesehatan jiwa ini tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan dan sosial saja," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu diluncurkan Buku Sehat Sahabat Jiwa sebagai bagian dari upaya pemulihan yang komprehensif untuk melihat perkembangan, kondisi serta rencana tindak lanjut dari berbagai aspek seperti medis, sosial dan produktivitasnya.

Sebagai penguatan

Buku itu disusun secara kolaboratif dengan keterlibatan Dinas Kesehatan Purworejo, organisasi profesi dan pihak-pihak lintas sektor dan lintas program.

Buku pemantauan ini menekankan keterlibatan masyarakat pada aspek preventif, promotif dan sebagai penguatan tata laksana pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Purworejo.

Kegiatan ditutup dengan adanya seminar bertema Berdaya, Setara, dan Bahagia: Membangun Ruang Aman bagi Kesehatan Jiwa dan Disabilitas(*)