Waspada Cuaca Ekstrem saat Nataru, Pertamina Siapkan Skema Darurat Distribusi BBM

Pertamina siaga terhadap gangguan cuaca dan bencana alam yang dapat menghambat distribusi. Stok di wilayah-wilayah rawan dipertebal untuk ketahanan hingga 14 hari ke depan

Waspada Cuaca Ekstrem saat Nataru, Pertamina Siapkan Skema Darurat Distribusi BBM
Pertamina menyampaikan penjelasan terkait kesiapan menghadapi libur panjang Nataru. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA–Menjelang puncak arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) meningkatkan status kesiagaan. Tak hanya fokus pada lonjakan konsumsi, Pertamina kini memberikan perhatian khusus pada ancaman cuaca ekstrem dan bencana alam yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

​Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Fanda Chrismianto, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema darurat (emergency supply) untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan BBM dan LPG meskipun terjadi kendala di lapangan.

​Sebagai langkah antisipasi dini, Pertamina telah melakukan penebalan atau penambahan cadangan stok di lembaga penyalur yang berada di lokasi terpencil (remote area).

Kami siaga terhadap gangguan cuaca dan bencana alam yang dapat menghambat distribusi. Stok di wilayah-wilayah rawan telah kami pertebal untuk ketahanan hingga 14 hari ke depan, ujar Fanda dalam keterangannya di Yogyakarta.

​Pertamina juga telah memetakan pola alternatif distribusi. Jika jalur utama terputus akibat bencana, pasokan BBM dan LPG akan dialihkan melalui supply point terdekat lainnya untuk memastikan tidak ada kekosongan energi di masyarakat.

Pasukan Khusus Motorist Penembus Macet

Selain faktor cuaca, kepadatan lalu lintas di titik wisata DIY juga menjadi tantangan. Untuk itu, Pertamina menyiagakan 5 unit Motorist Pertamina Delivery Service (PDS) dan 15 outlet PDS Bright Gas. Pasukan motor ini bertugas mengantar BBM langsung ke lokasi kendaraan yang terjebak macet atau ke titik-titik yang sulit dijangkau mobil tangki.

Guna memecah antrean panjang di SPBU, Pertamina juga mengerahkan 6 Unit Modular BBM yakni dispenser portabel yang bisa ditempatkan di titik kritis. Kemudian menyiagakan ​73 SPBU Siaga & 387 Agen LPG Siaga yang beroperasi penuh.

Tren BBM Berkualitas

Di tengah risiko perjalanan saat cuaca buruk, Pertamina mencatat masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya performa mesin. Penggunaan BBM berkualitas seperti Pertamax Series dan Dex Series diprediksi akan terus meningkat.

Belajar dari Satgas Nataru tahun lalu, konsumsi Dex Series melonjak hingga 34,9%. Ini membuktikan masyarakat lebih memilih rasa aman. Menggunakan BBM non-subsidi di momen Nataru adalah bentuk perlindungan agar mesin tetap prima dan terhindar dari risiko mogok di tengah perjalanan," tambah Fanda.

Sementara itu, bagi pemudik yang menggunakan jalur udara, Pertamina juga menyediakan Mini Serambi MyPertamina di Bandara YIA pada H-5 Natal. Fasilitas ini menyediakan tempat istirahat sementara dan layanan cek kesehatan gratis bagi pemudik sebelum melanjutkan perjalanan darat.

​Pertamina mengimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi cuaca dan memastikan saldo non-tunai di aplikasi MyPertamina terisi agar transaksi di SPBU lebih cepat dan efisien. Seluruh langkah ini dibungkus dalam semangat Energi Untuk Iringi Perjalanan Menuju Keberkahan. (*)