Usai Siswa Keracunan MBG, SPPG Purwosari Ditutup Sementara
MBG pada dasarnya program baik untuk ketahanan pangan keluarga.
KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN), Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, menerbitkan surat penghentian sementara operasional SPPG Purwosari Purwodadi. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi peserta didik, sampai adanya kejelasan hasil pemeriksaan resmi.
Pernyataan itu disampaikan ke publik melalui siaran pers resmi Pemkab Purworejo yang ditandatangani Pj Sekda Purworejo dr Tolkha Amiruddin, Sabtu (4/10/2025).
Pasca kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya memperketat pengawasan. Melalui Satgas MBG dan didukung Korwil BGN, pemantauan akan dilakukan secara berkala terhadap seluruh SPPG.
Sebelumnya Forkopimda dan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Purworejo melaksanakan monitoring lapangan ke SPPG Kroyokulon di Kecamatan Kemiri dan SPPG Senepo di Kecamatan Kutoarjo sebagai bagian dari upaya penguatan pengawasan.
Cepat dan tepat
Dalam kegiatan tersebut, Forkopimda bersama Satgas menerima laporan adanya sejumlah siswa SMP Negeri 8 Purworejo dan SMA Negeri 3 Purworejo yang mengalami keluhan sakit perut dan diare.
Menyikapi laporan itu, Forkopimda bersama Satgas segera bergerak menuju Puskesmas Bubutan, SMP Negeri 8 Purworejo dan SMA Negeri 3 Purworejo untuk memeriksa kondisi para siswa sekaligus melakukan koordinasi dengan tenaga medis guna memastikan penanganan yang cepat dan tepat.
"Hasil penelusuran kemudian menemukan adanya kasus dugaan keracunan makanan dalam program MBG yang berdampak pada 127 siswa dari dua sekolah, yakni SMP Negeri 8 Purworejo dan SMA Negeri 3 Purworejo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 siswa harus menjalani perawatan medis di rumah sakit maupun puskesmas, sementara 104 siswa lainnya hanya membutuhkan rawat jalan di Puskesmas Bubutan," jelas Tolkha Amiruddin.
Menurutnya, dugaan sementara mengarah pada menu makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya, Kamis (2/10/2025), yang ditengarai menjadi pemicu gejala sakit perut, diare serta keluhan serupa.
Kualitas air
Adapun distribusi penanganan siswa yang dirawat, lima siswa menjalani perawatan di RSUD Tjitrowardojo, enam siswa di RS Tjokronegoro, dua siswa di Puskesmas Bubutan, delapan siswa di Puskesmas Bragolan, satu siswa di Puskesmas Ngombol, dan satu siswa di RS Panti Waluyo.
Satgas MBG bersama Korwil BGN Purworejo terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi kesehatan para siswa yang terdampak, untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah kasus.
“Ke depan, kami akan mempercepat proses sertifikasi dan memastikan SOP benar-benar dijalankan. Kami minta masyarakat tetap percaya, karena MBG pada dasarnya program baik untuk ketahanan pangan keluarga,” jelas dr Tolkha.
Dia menambahkan, semua biaya perawatan sepenuhnya ditanggung Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). “Intinya, semua biaya ditanggung Pemerintah Kabupaten Purworejo. Jadi orang tua tidak perlu khawatir soal biaya pengobatan,” terangnya. (*)
Wahyu Nur Asmani EW
