UKDW Undang Motivator Aqua Dwipayana, Buka Semester Genap

Pelayanan prima di lingkungan kampus mustahil terwujud tanpa komunikasi yang cerdas dan menyentuh.

UKDW Undang Motivator Aqua Dwipayana, Buka Semester Genap
Dr Aqua Dwipayana berbicara dalam Sharing Session Komunikasi dan Motivasi yang digelar UKDW. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Membuka kuliah semester Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengundang pakar komunikasi dan motivator nasional, Dr Aqua Dwipayana.

Di hadapan ratusan dosen dan tenaga kependidikan, Aqua Dwipayana tidak sedang berbicara tentang teori rumit melainkan tentang memanusiakan manusia.

"Teguran jangan lakukan di depan banyak orang. Jangan mempermalukan dia. Beri dia kesempatan berdua untuk berkomunikasi mengapa dia berbuat salah," ujar Aqua Dwipayana, Jumat (30/1/2026), di Auditorium Koinonia kampus setempat.

Pesan itu menjadi salah satu inti dari Sharing Session Komunikasi dan Motivasi yang digelar UKDW selama dua hari, Kamis hingga Jumat (29-30/1/2026).

Menata kembali

Kegiatan ini, juga menjadi jeda reflektif bagi sivitas akademika untuk menata kembali "hati" dan cara bertutur sebelum kembali sibuk dengan dinamika akademik.

Dalam sesi yang berlangsung hangat hingga siang, Dr Aqua menyatakan pelayanan prima di lingkungan kampus mustahil terwujud tanpa komunikasi yang cerdas dan menyentuh. Dia memperkenalkan konsep "REACH", akronim dari Respect, Empathy, Audible, Clarity dan Humble, sebagai "senjata" utama.

Bagi Dr Aqua, komunikasi adalah tentang merengkuh (reaching) hati orang lain. Fondasinya adalah Respect. “Saya di sini, mulai dari pejabat-pejabat teras, sampai cleaning service dan pengamen, sama. Saya tidak beda-bedakan. Di mata Tuhan semua manusia itu sama,” katanya seraya mengingatkan penghormatan tidak boleh memandang jabatan.

Dia mengupas aspek Audible (dapat didengar/dimengerti) dan Clarity (kejelasan). Dr Aqua mengambil contoh pengalamannya berinteraksi dengan TNI-Polri. Istilah teknis atau militer seperti "Juklak" atau "Renja" mungkin biasa bagi internal, namun bisa menjadi tembok penghalang jika disampaikan kepada orang awam. “Begitu orang nggak paham, gagal,” ujarnya lugas.

Kerendahan hati

Di atas segala teknik bicara, Dr Aqua menempatkan Humble (kerendahan hati) sebagai puncak kebijaksanaan. “Nggak ada yang perlu kita sombongkan. Di atas langit ada langit. Sehebat apapun orang, tidak ada manusia di muka bumi ini yang memahami segala keadaan. Orang hanya hebat di satu bidang,” ungkapnya.

Suasana menjadi hening ketika Dr Aqua menyinggung etika umpan balik di tempat kerja. Dia menggarisbawahi dampak psikologis dari cara seorang pemimpin atau rekan kerja merespons kesalahan. Menegur di depan umum, menurutnya, hanya akan menciptakan demotivasi dan rasa sakit hati yang merusak lingkungan kerja.

“Teman-teman lihat, ‘Selama ini saya disiplin, bagus,’ akan demotivasi (jika dipermalukan). Apa bedanya saya sama orang itu? Orang itu terlambat, dibiarkan saja,” katanya menirukan gejolak batin karyawan yang kecewa.

Sebaliknya, dia mendorong budaya apresiasi yang terbuka. Jika ada rekan yang sukses, menjadi role model atau berprestasi, pujian harus disampaikan di depan orang banyak. Hal ini, menurutnya, akan menularkan energi positif.

Rumus sederhana

Menutup sesinya, Dr Aqua mengingatkan segala teori komunikasi tidak akan bermakna tanpa eksekusi. Dia menawarkan rumus sederhana: A dan C, yaitu Action dan Consistency.

“Aksinya nyata. Jangan hanya dikatakan di awal-awal. Dan kemudian adalah konsistensi, dilaksanakan terus menerus,” pesannya.

Dia juga menyatakan pentingnya sikap proaktif dan profesional, terutama dalam menghadapi mahasiswa yang memiliki beragam karakter, dari yang sangat baik hingga yang mungkin terlihat arogan. Respons yang tenang, sabar dan transparan adalah kunci menjaga kredibilitas institusi.

Semangat yang dibawa Dr Aqua selaras dengan visi Rektor UKDW, Dr Ing Wiyatiningsih. Dalam sambutannya, Rektor mengatakan kegiatan yang mengusung tema Mengoptimalkan Kemampuan Komunikasi untuk Meningkatkan Pelayanan ini adalah momen penyatuan langkah.

Kunci interaksi

“Menjelang dimulainya kembali kegiatan akademik, kita perlu mencermati bagaimana komunikasi dijalankan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Komunikasi menjadi kunci membangun interaksi, baik ke dalam maupun ke luar institusi,” ungkapnya.

UKDW sebagai komunitas yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani, ingin memastikan setiap interaksi baik dengan mahasiswa, gereja, maupun masyarakat luas didasari oleh pelayanan yang tulus. Rektor berharap kehadiran Dr Aqua dapat membantu mengurai sumbatan komunikasi yang kerap muncul dalam keseharian kerja. (*)