UAD Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru, Momentum Kolaborasi dan Harapan Baru

Tahun 2025, UAD menyiapkan total beasiswa senilai lebih dari Rp 15 miliar.

UAD Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru, Momentum Kolaborasi dan Harapan Baru
Kick off PMB UAD 2026 di kampus setempat. (yvesta putu ayu palupi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menggelar Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026. PMB 2026 dimulai sejak 13 Oktober 2025 silam.

Rektor UAD, Muchlas MT, mengungkapkan jumlah mahasiswa baru tahun 2025 yang mencapai lebih dari 4.200 orang. Karenanya Kick Off PMB 2026 menjadi momentum bagi seluruh elemen UAD untuk berkolaborasi, baik internal maupun eksternal. "Sehingga kita bisa mencapai bahkan melampaui target mahasiswa baru 2026,” ucapnya.

Dia mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan dan keluarga besar UAD untuk turut menjadi duta promosi kampus. Semangat ini sejalan dengan visi UAD sebagai universitas yang berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.

Sementara Kepala Biro Akademik dan Admisi (BAA) UAD, Wahyu Widyaningsih, menyampaikan sistem penerimaan mahasiswa baru telah siap sepenuhnya.

Hari pertama

“Mulai 13 Oktober 2025 pukul 00:00, pendaftaran mahasiswa baru program sarjana, magister, dan doktor resmi dibuka. Calon mahasiswa dapat mengakses sistem melalui laman sipenmaru.uad.ac.id, pmb.uad.ac.id, dan pmb-online.uad.ac.id,” ujarnya.

Pada hari pertama pembukaan, dua calon mahasiswa resmi diterima: Yulianti Rismaya dari Program Studi Teknologi Pangan dan Seni Sofiatul Munaroh dari Program Studi PGSD, keduanya berasal dari SMA Negeri 3 Banjar, Jawa Barat.

Momen ini menjadi simbol dimulainya proses panjang penerimaan mahasiswa baru di kampus yang dikenal dengan semboyan Moral and Intellectual Integrity tersebut.

Wahyu menjelaskan tahap awal PMB dibuka melalui jalur nilai rapor dan prestasi akademik, baik melalui PMDK maupun PSB, khususnya untuk program studi unggulan seperti Farmasi dan Psikologi. Sementara itu, penerimaan untuk Program Studi Kedokteran dilakukan melalui jalur Computer Based Test (CBT).

Program beasiswa

“UAD berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi, salah satunya melalui berbagai program beasiswa,” tambahnya.

Tahun 2025, UAD menyiapkan total beasiswa senilai lebih dari Rp 15 miliar, mencakup berbagai skema seperti Beasiswa Program Misi (kader persyarikatan, hafiz Al Quran, serta bidang seni, sains, dan olahraga), Talenta Unggul (untuk atlet, influencer, dan talenta akademik), Beasiswa Prodigium Fisika, serta Beasiswa Dokter.

Beasiswa penuh ini menanggung biaya hingga delapan semester, bahkan untuk kedokteran mencakup hingga masa profesi. Selain itu, tersedia pula Beasiswa Prestasi, Beasiswa Akademik, dan Beasiswa Calon Guru Pencerah yang sudah dibuka bersamaan dengan pembukaan PMB.

"UAD juga menjadi perguruan tinggi dengan penyaluran Beasiswa KIP-Kuliah terbesar di Kopertis Wilayah V,” ujarnya.

Sikap moderat

Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Ir Azman Latif, berpesan agar seluruh sivitas menumbuhkan sikap moderat dalam menyongsong masa depan.

“Sebagai insan beriman, kita harus bersikap tengahan tidak terlalu optimis dan tidak terlalu pesimis namun tetap penuh harapan. Tren kemajuan UAD dalam beberapa tahun terakhir cukup meyakinkan, sehingga layak menjadi pilihan bagi calon mahasiswa,” ujarnya. (*)