Tutup Permanen, TPS Pasar Gayamprit Klaten Bersih dari Sampah
Sampah yang menumpuk dibuang ke TPA Troketon Pedan.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Puluhan petugas gabungan dari pengelola Pasar Srago Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten menggelar kegiatan gotong-royong membersihkan sampah di TPS Pasar Gayamprit Kecamatan Klaten Selatan, Jumat (22/5/2026).
Satu unit loader dan empat unit truk dikerahkan. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka menutup permanen TPS pasar Gayamprit. Selanjutnya, lokasi tersebut dipasang paranet dan ditanami pohon agar Pasar Gayamprit bersih dan asri.
Kegiatan bersih-bersih sampah di TPS pasar Gayamprit dilakukan dengan menaikkan sampah yang menumpuk di TPS ke atas truk menggunakan loader. Selanjutnya sampah itu dibuang ke TPA Troketon Pedan.
Tercatat ada empat unit truk yang diterjunkan di TPS pasar Gayamprit. Proses pengisian sampah ke atas truk menggunakan loader relatif lebih cepat dibandingkan secara manual.
Petugas memasang spanduk penutupan TPS Pasar Gayamprit Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)
Koordinator Pasar Srago yang juga pengelola Pasar Gayamprit, Agus Setiyono, mengatakan setelah bersih dari sampah, bekas TPS pasar dipasang spanduk bertuliskan larangan membuang sampah di tempat itu.
Penutupan TPS Pasar Gayamprit merupakan alternatif terakhir mencegah aksi buang sampah oleh warga sekitar. Diperoleh informasi sampah di TPS tersebut sebagian besar bukan sampah pedagang, melainkan sampah warga.
Lurah Pasar Gayamprit, Sapto Atmojo, mengakui dirinya mengizinkan warganya membuang sampah di TPS Pasar Gayamprit. Namun, sejak Selasa (19/5/2026) dirinya melarang warga dari RW 1, RW 2, RW 3, RW 4, RW 5 dan RW 9 membuang sampah di tempat itu.
Dia mengimbau warga enam RW itu menumpuk sampah di gerobak masing-masing RW karena akan diambil oleh petugas dari DLH Kabupaten Klaten.
Perhatian serius
Seperti diberitakan, tumpukan sampah di TPS pasar Gayamprit menjadi perhatian serius sejumlah pihak. Ini karena TPS tersebut berada di pinggir Jalan Gayamprit-Basin dan sering kali menimbulkan bau.
Tumpukan sampah semakin membeludak menyusul masuknya sampah warga dari enam RW di Kelurahan Gayamprit di TPS pasar. Saat ini, Pemerintah Kelurahan Gayamprit Kecamatan Klaten Selatan sudah membangun TPS di belakang Pasar Gayamprit. (*)
Masal Gurusinga
