Tutor Asing Mengajar Bahasa Inggris di PKBM “Mandiri” Bantul
Kegiatan ini bekerja sama dengan tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat FBSB Universitas Negeri Yogyakarta.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Seorang tutor asing asal Filipina, Liann Camille Davalos Perez LPT MPd, memperoleh kesempatan mengajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mandiri yang berlokasi di Jalan Samas Km 21 Karen, Tirtomulyo Kretek Bantul, Sabtu (6/7/2027) sore.
Kegiatan Bridging Culture: Pelatihan Bahasa Inggris Interaktif Bersama Penutur Bahasa Asing untuk Peserta Didik itu dibuka Kepala PKBM “Mandiri” Yuli Sutanta AMd dan diikuti 23 peserta didik kejar paket B dan kejar paket C.
Yuli Sutanta mengatakan kegiatan ini bekerja sama dengan tim dosen Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kegiatan dilaksanakan enam kali pertemuan dengan narasumber lainnya yakni Dr Nunik Sugesti, Amrih Bekti Utami MA, Sultan Muhammad Hakim Al Ghozali, Ihtiara Fitrianingsih MPd dan Nuriska Noviantoro MPd. Selain teori peserta juga langsung praktik.
Bahasa asing
“Ini pertama kalinya PKBM “Mandiri” kedatangan penutur asing melakukan pembelajaran dan interaktif dengan para peserta didik kami,” kata Yuli. Diharapkan kedatangan penutur asing semakin meningkatkan kemampuan para peserta didik mempelajari dan praktik berbahasa Inggris.
Selain itu, juga menambah pengalaman serta menumbuhkan rasa percaya diri untuk berkomunikasi dengan bahasa asing. “Kita nantinya ke depan akan menjadikan program ini berkelanjutan. Jadi tidak hanya sekarang saja,” kata Yuli.
Salah seorang peserta dari kelas X kejar paket C, Faiz Syairazy Rahman (17) mengatakan kegiatan seperti ini menambah wawasan. Sebab langsung bertemu dengan orang asing dan diajari cara berkomunikasi yang baik dan benar.
“Tadi diajari juga cara memperkenalkan diri dengan bahasa Inggris. Menyenangkan dan mudah dipahami cara penyampaian dari tutor asing,” kata Faiz.
Berbagai negara
Dirinya termotivasi untuk terus belajar, mengingat tutor asing tersebut saat ini juga sedang menempuh pendidikan S3 serta menguasai banyak bahasa dari berbagai negara. “Kalau bisa kegiatan seperti ini sering dilakukan. Kalau bisa sepekan sekali ada tutor luar,” katanya.
Sedangkan Nuriska Noviantoro mengatakan pelatihan dilakukan setelah ada komunikasi dengan pihak PKBM “Mandiri” untuk mengakomodir keinginan pihak pengelola PKBM “Mandiri” agar para peserta didik memiliki kompetensi khusus untuk bisa survive di tempat wisata. Rencananya akan dilaksanakan praktik di Candi Borobudur.
“Berdasarkan kebutuhan tersebut maka kami memberikan pelatihan singkat bagaimana mereka bisa berkomunikasi dengan turis asing. Jangan malu-malu untuk praktik dan komunikasi,” tandasnya. (*)
Sariyati Wijaya
