Tren Pernikahan di Yogyakarta Bergeser ke Konsep Intimate

Perubahan ini turut ditangkap oleh ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta.

Tren Pernikahan di Yogyakarta Bergeser ke Konsep Intimate
ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta menjadi pilihan lokasi pernikahan, yang saat ini mulai bergeser ke konsep intimate wedding. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Hangatnya silaturahmi keluarga saat Lebaran Idul Fitri sering menjadi titik awal rencana pernikahan. Tidak sedikit pasangan memutuskan menikah.

Memasuki 2026, wajah pesta pernikahan di Yogyakarta mulai berubah. Jika dulu identik dengan undangan besar dan antrean panjang tamu, kini pasangan terutama generasi muda lebih memilih perayaan dengan konsep intimate dan bermakna.

Perubahan ini turut ditangkap oleh ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta. Selain ballroom untuk resepsi formal, hotel ini menawarkan alternatif venue yang lebih fleksibel.

“Fokusnya bukan lagi pada jumlah tamu, melainkan kedekatan serta pengalaman personal yang dirasakan orang-orang terdekat,” ungkap Reza Farhan, General Manager ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, Selasa (24/3/2026).

Lebih eksklusif

Menurutnya, pergeseran ke konsep intimate wedding itu pada konsep acara yang dibuat lebih kecil namun dikemas lebih hangat dan eksklusif. “Konsep ramah lingkungan (eco-conscious) ini semakin diminati,” katanya.

Pilihan dekorasi juga dipilih bunga hidup maupun material yang dapat digunakan Kembali. “Pilihan venue terbuka menjadi bagian dari gaya hidup baru yang lebih berkelanjutan. Bagi banyak pasangan, estetika natural kini bukan sekadar tampilan, tetapi juga nilai yang ingin disampaikan,” tambahnya.

Reza Farhan menyatakan, area taman di Barley and Barrel, misalnya, menjadi pilihan untuk prosesi yang lebih intim dengan nuansa outdoor. Sementara itu, tren after party yang kian populer memerlukan ruang berbeda yang lebih santai dan cair.

Di sinilah Vanilla Sky Lounge menjadi daya tarik. Dengan latar lampu kota dari ketinggian, area ini dimanfaatkan pasangan untuk menutup rangkaian acara dengan suasana ringan bersama sahabat terdekat.

Satu gedung

Kebutuhan akan kepraktisan juga menjadi pertimbangan. Rangkaian acara yang biasanya tersebar di beberapa lokasi kini bisa disatukan dalam satu gedung, mulai dari akad, resepsi, hingga after party.

Menurut Reza, pasangan saat ini tidak hanya mencari tempat tetapi pengalaman yang utuh. “Pasangan sekarang ingin setiap momen terasa lebih dekat dan personal. Bukan sekadar acara, tapi rangkaian cerita yang utuh,” ujarnya.

Memasuki musim ramai pasca-Lebaran, faktor biaya tetap menjadi perhatian. Untuk menjangkau kebutuhan tersebut, pihak hotel menawarkan paket pernikahan mulai dari Rp 40 juta untuk 100 tamu, dengan tambahan potongan harga bagi pemesanan awal.

Di tengah perubahan tren ini, pernikahan tak lagi diukur dari seberapa meriah pesta digelar. Bagi banyak pasangan di Yogyakarta, yang utama justru bagaimana momen itu terasa hangat, dekat dan membekas. (*)