Pihak Sekolah Meyakini Siswi Bunuh Diri bukan Korban Bullying
Pada penutupan MPLS hari Jumat pekan lalu dia tampil menyanyi. Jadi tidak ada sesuatu yang mencurigakan.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Kasus bunuh diri yang dilakukan seorang siswi SMP di wilayah Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul, ADK (14) membuat prihatin dan duka yang mendalam banyak pihak.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Bantul melakukan silaturahmi ke rumah keluarga ADK, Kamis (24/7/2025) atau sehari setelah kejadian tragis ini.
Kepala DP3APPKB Bantul, Ninik Istitarini MPH dan jajaran tampak hadir menyampaikan rasa duka yang mendalam. Ucapan duka juga datang dari Satgas PPA Kabupaten Bantul dipimpin ketuanya M Zainul Zain S Ag serta anggota KPAD Kabupaten Bantul, Amat Yani. Mereka disambut Panewu Imogiri Slamet Santosa SIP dan pihak keluarga korban.
"Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya ADK. Ini menjadi keprihatinan kita semua dan kami akan melakukan pendampingan terhadap keluarga korban mengingat masih ada saudara ADK yang usianya anak-anak atau di bawah umur. Jangan sampai peristiwa ini menimbulkan trauma yang mendalam bagi saudaranya yang lain,” kata Ninik.
Klinik konsultasi
Pihaknya akan melakukan berbagai upaya pencegahan agar kasus serupa jangan sampai terulang. Termasuk sosialisasi keberadaan klinik konsultasi milik dinas yang bisa diakses oleh masyarakat Bantul termasuk anak sekolah.
"Jika ada permasalahan, silakan konsultasi jangan dipendam sendiri. Bisa langsung ke dinas (Kompleks Pemda Manding) nanti akan kami arahkan," katanya. Di klinik tersebut ada tenaga psikolog yang siap membantu.
Sementara Wardi Purwanto (67) kerabat dari ADK mengatakan keponakannya adalah sosok yang ceria, rajin sekolah dan tidak pernah berbuat masalah kepada teman-temannya ataupun di lingkungannya.
"ADK juga rajin mengaji, nurutan dan tidak aneh-aneh," kata Wardi. Dia menduga kasus bunuh diri yang dilakukan oleh siswi kelas 8 tersebut karena persoalan pribadi menyangkut keluarganya.
Diasuh kakek
Sebab sejak PAUD, ADK dan adiknya ini tidak lagi diurus orang tuanya yang pergi dengan kehidupannya masing-masing. ADK hanya diasuh oleh kakek dan neneknya dengan segala keterbatasan ekonomi yang dimiliki.
"Sejak orang tuanya bercerai, bapaknya tidak pernah datang menengok ataupun mengurusi ADK serta adiknya. Sementara ibunya juga tidak pernah mengurusi karena dia sibuk dengan urusan pribadinya sendiri serta sejak tiga bulan ini sudah tidak tinggal di sini karena ada persoalan dengan lingkungan,"kata Wardi.
Karena ADK yang semakin bertambah umur semakin memahami atas apa yang dilakukan oleh orang tuanya tersebut, sehingga Wardi menduga ADK mengalami tekanan batin atas persoalan yang ada.
Biasanya ADK ini bersama adiknya tinggal bareng kakek dan neneknya. Namun sejak tiga hari lalu dia ingin tidur sendiri di rumah yang persis bersebelahan dengan rumah kakek neneknya.
Kirim Whatsapp
"Malam saat kejadian sekitar pukul 00:30, ADK masih sempat berkirim Whatsapp dengan anak saya. Namun ternyata pada sekitar pukul 06:10 dia ditemukan gantung diri. Yang menemukan pertama adalah adiknya yang kelas 2 SD. Kami langsung ke tempat ini, lalu istri saya dan neneknya memegang badan ADK dan diangkat ke atas berharap tali bisa longgar. Saya potong tali itu pakai pisau. Talinya tali Pramuka," kata Wardi sembari menunjukan lokasi memilukan tersebut.
Ternyata ADK sudah meninggal dan berdasarkan hasil pemeriksaan medis diduga meninggal lima jam sebelum ditemukan.
Sementara itu, Mukijo S Pd selaku guru BK tempat ADK bersekolah mengatakan selama ini ADK terlihat sebagai sosok siswi yang berprestasi, banyak mengikuti kegiatan di sekolah dan tidak menunjukkan tanda-tanda tekanan atau depresi ketika berada di lingkungan sekolah.
"Dia sosok yang ceria berbaur dengan teman-temanya. Jadi kami meyakini bahwa tidak ada bullying di sekolah kami," kata Mukijo.
Tidak mencurigakan
"ADK di antaranya aktif pada kegiatan pustakawan cilik. Bulan Maret lalu merayakan ulang tahun bersama teman-temannya yang memberikan surprise. Pada penutupan MPLS hari Jumat pekan lalu dia tampil menyanyi. Jadi tidak ada sesuatu yang mencurigakan dalam diri ADK selama di sekolah," kata Mukijo.
Selama duduk di kelas VII masuk rangking lima besar di kelasnya. Saat naik kelas VIII juga ditunjuk jadi wakil ketua kelas serta sedang persiapan jadi dewan penggalang Pramuka. Hanya saja memang ketika ditanya soal keluarganya, ADK sangat tertutup. (*)
Sariyati Wijaya
