Hari Koperasi ke-79, Pemerintah Tegaskan Era Baru Koperasi Digital Dimulai

Pemerintah menegaskan koperasi harus bertransformasi menjadi koperasi digital. Pesan tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Bantul yang juga mendorong penguatan KDKMP dan koperasi modern.

Hari Koperasi ke-79, Pemerintah Tegaskan Era Baru Koperasi Digital Dimulai
Peserta mengikuti Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Kabupaten Bantul yang mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya". (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL – Pemerintah menegaskan koperasi harus meninggalkan stigma sebagai organisasi yang lambat dan kuno. Di era transformasi ekonomi, koperasi dituntut menjadi organisasi modern berbasis teknologi yang mampu menjangkau generasi muda, pelaku UMKM, petani milenial, nelayan, hingga startup.

"Koperasi masa kini adalah koperasi digital. Koperasi yang menggunakan teknologi informasi, yang terhubung dengan sistem pembayaran modern, yang memanfaatkan kecerdasan buatan, analisis data, dan platform digital untuk memperluas pasar, serta yang mampu menjangkau generasi muda, para petani milenial, nelayan, pelaku UMKM, pekerja kreatif, hingga startup lokal," demikian kutipan sambutan tertulis Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang dibacakan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Kabupaten Bantul di Lapangan Trirenggo, Bantul, Selasa (28/7/2026).

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi menegaskan peringatan Hari Koperasi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Menurutnya, pemikiran Bung Hatta tentang koperasi sebagai usaha bersama yang berlandaskan semangat gotong royong dan asas kekeluargaan tetap relevan hingga kini. Koperasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan seluruh anggotanya.

Semangat tersebut, lanjutnya, diwujudkan melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pemerintah mencatat lebih dari 80.000 KDKMP telah terbentuk dan 1.061 di antaranya telah beroperasi. Koperasi tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat dengan memperpendek rantai distribusi, memperluas akses pembiayaan, memperkuat pemasaran produk lokal, serta mendekatkan layanan ekonomi kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mendorong lahirnya koperasi sektor produksi sebagai penggerak industrialisasi rakyat. Sejumlah koperasi telah mengelola SPBUN bagi nelayan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hingga berbagai usaha produktif lain yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

Koperasi juga diarahkan menjadi pelaku utama hilirisasi kelapa sawit melalui pengembangan industri pengolahan minyak sawit beserta produk turunannya sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani.

Di sisi lain, koperasi yang digerakkan generasi muda mulai berkembang pada sektor ekonomi kreatif dan digital, mulai dari koperasi game, perfilman, komunitas kreatif, petani milenial, hingga startup.

"Kami mengapresiasi tumbuhnya koperasi-koperasi tersebut dan mengajak pemerintah daerah serta gerakan koperasi untuk terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar banyak koperasi modern lahir di seluruh Indonesia. Inilah wajah baru koperasi Indonesia. Koperasi yang menguasai teknologi, yang mengelola energi, yang membangun industri, dan menjadi penggerak inovasi," lanjutnya.

Ia menambahkan pemerintah terus menyempurnakan berbagai kebijakan dan regulasi agar koperasi semakin adaptif terhadap perkembangan ekonomi, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Halim Muslih membacakan sambutan Menteri Koperasi di hadapan jajaran Forkopimda Bantul, kepala OPD, panewu se-Kabupaten Bantul, serta anggota koperasi yang terdiri atas koperasi karyawan, BMT, dan KDKMP.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Koperasi ke-79 Kabupaten Bantul Bambang Nugroho mengatakan peringatan Hari Koperasi tahun ini diselenggarakan bekerja sama dengan Dekopinda Kabupaten Bantul.

Selain upacara, rangkaian kegiatan juga meliputi sarasehan, donor darah, ziarah ke makam tokoh koperasi Bantul, serta akan ditutup dengan senam sehat massal di Pantai Baru, Srandakan, pada 6 September 2026.(*)