Transformasi Kampung Lampion, Hasto Wardoyo Pimpin Kolaborasi M3K di Tepi Sungai Code
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meluncurkan penataan Kampung Lampion Kotabaru. Proyek M3K ubah kawasan kumuh Sungai Code jadi hunian layak dan bersertipikat
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Wajah kawasan tepi Sungai Code bersiap mengalami perubahan drastis. Wali Kota Yogyakarta, dr. Hasto Wardoyo, secara resmi membuka program Kick-Off Penataan Permukiman Kampung Lampion Kotabaru dan Terban, Kamis (9/4/2026).
Langkah ini bukan sekadar penataan fisik biasa, melainkan proyek revitalisasi terintegrasi yang menggabungkan penataan aset pertanahan dengan peningkatan akses kesejahteraan masyarakat melalui konsep M3K (Mundur Munggah Madhep Kali).
Penataan ini meliputi pembangunan ulang rumah yang adaptif, peningkatan kualitas infrastruktur dan ruang publik. Harapannya, tercipta permukiman yang layak, aman dan berestetika, sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi sungai.
Dari Kumuh Jadi Estetik
Kampung Lampion yang terletak di jantung Kota Yogyakarta ini merupakan objek terpilih dalam Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) 2025. Sebagai tindak lanjut nyata di tahun 2026, Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Yogyakarta bersama OPD terkait akan mengeksekusi legalisasi aset melalui pensertipikatan tanah bagi warga setempat.
“Kolaborasi ini adalah kunci. Kita tidak hanya membangun rumah, tapi menata aset dan akses agar masyarakat memiliki kepastian hukum sekaligus lingkungan yang sehat,” tegas Hasto Wardoyo di sela peninjauan lokasi.
Konsep M3K
Penataan Kampung Lampion mencakup pembangunan ulang rumah yang adaptif terhadap karakteristik bantaran sungai, peningkatan kualitas infrastruktur dasar, serta penyediaan ruang publik yang memadai. Konsep M3K menitikberatkan pada tiga pilar utama: layak huni, aman, dan berestetika tinggi.
Selain mempercantik estetika kota, proyek revitalisasi ini tetap mengedepankan fungsi ekologis sungai agar berkelanjutan. Dengan lingkungan yang tertata rapi, diharapkan muncul peluang pemberdayaan ekonomi baru bagi warga, mengubah citra kawasan kumuh menjadi destinasi permukiman yang produktif dan menjadi kebanggaan baru warga Kota Jogja.
"Melalui konsep ini, kita ingin memastikan keberlanjutan fungsi sungai yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat," pungkasnya. (*)
Siaran Pers
