Tirta Lie Bakmi Festival 2025 Lebih dari Sekadar Pesta Kuliner di SCH
Festival diikuti lebih dari 30 pedagang bakmi terbaik dari Singkawang, Pontianak, Medan, Kupang, Surabaya, Jakarta hingga Yogyakarta.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Sleman City Hall (SCH) kembali menggelar Tirta Lie’s Bakmi Festival 2025, sebuah momentum kuliner yang tidak boleh dilewatkan. Berlangsung 27 hingga 31 Agustus 2025 di Atrium Shinta, Ground Floor Sleman City Hall, festival bakmi terbesar se-Indonesia ini menjadi gelaran keempat di Yogyakarta, sebagai bagian dari rangkaian tur Tirta Lie’s Bakmi Festival 2025.
Berbeda dari festival kuliner pada umumnya, festival ini mengusung konsep Festival Rasa Restoran. Seluruh sajian disajikan menggunakan peralatan makan bukan sekali pakai, melainkan piring, mangkok, sendok dan garpu asli yang nyaman serta higienis. Selain itu, lokasi di atrium luas ber-AC, menjadikan pengunjung mendapatkan kenyamanan maksimal saat menikmati berbagai hidangan bakmi dari penjuru Indonesia.
Festival kali ini diikuti lebih dari 30 pedagang bakmi terbaik dari berbagai kota besar, seperti Singkawang, Pontianak, Medan, Kupang, Surabaya, Jakarta, hingga Yogyakarta.
Semua tenant telah mendapatkan Tirta Lie Approved sebagai jaminan mutu dan rasa. Tidak hanya menyuguhkan ragam bakmi, festival ini juga menghadirkan jajanan otentik dari berbagai daerah, menjadikannya bukan sekadar pesta kuliner tetapi juga ajang promosi kekayaan kuliner Nusantara.
Beberapa gerai peserta Tirta Lie's Bakmi Festival di atrium Shinta Sleman City Hall Yogyakarta. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)
Wakil Direktur Utama PT Garuda Mitra Sejati, Bunardi, menyampaikan festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan Kota Sleman. “Artinya pada tahun 2026 ada Bakmi Festival kelima, keenam dan selanjutnya. Teman-teman media tolong viralkan, karena Pak Tirta Lie bersama kita menjadikan festival ini agenda tahunan Sleman,” ujarnya.
Chef Tirta Lie, sang penggagas acara itu menegaskan edisi keempat ini berbeda dari sebelumnya karena seluruh acara digelar indoor. “Penyajian festival kali ini menggunakan piring seperti di restoran. Kami ingin memberikan pengalaman berbeda dan lebih nyaman bagi pengunjung,” ucap Tirta.
Selain penyajian yang lebih elegan, festival ini juga menekankan pemisahan tenant halal dan non-halal secara ketat. Piring putih digunakan untuk menu halal, sedangkan piring merah untuk non-halal. Bahkan tempat pencucian, saluran air, hingga troli pengangkut piring kotor juga dipisahkan untuk menjaga standar higienis dan kehalalan.
Tirta juga menyampaikan kebahagiaannya karena seluruh pemilik tenant hadir dalam festival kali ini. Menurutnya, Yogyakarta sudah dianggap sebagai rumah kedua bagi para peserta.
Berebut ikut
“Kalau dulu ada yang tidak hadir, sekarang semuanya hadir. Begitu dibilang festival di Jogja, semua langsung berebut ikut. Ini luar biasa, Sleman City Hall jadi tempat dengan penyelenggaraan terbanyak sepanjang sejarah festival kami,” ungkapnya.
Meski begitu, dia mengungkapkan tahun 2025 kemungkinan menjadi tahun terakhir dirinya secara langsung terlibat, karena akan fokus pada perjalanan lintas Nusantara untuk menyusun ensiklopedia bakmi dari Aceh hingga Papua.
Festival ini semakin meriah dengan berbagai program spesial, seperti promo special cashback 50 persen bagi nasabah CIMB Niaga yang bertransaksi dengan QRIS melalui Octo Mobile, hingga giveaway Traktir Sobat Slecy.
Melalui program giveaway ini, pengunjung berkesempatan mendapatkan traktiran gratis hanya dengan mengikuti akun Instagram resmi @slemancityhall dan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Muhammad Zukhronnee Muslim
