Tiga Bulan Warga Srandakan Kesulitan Air Bersih
Sejak Dam Srandakan jebol air sumur warga surut dan mengering.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Warga Dusun 1 Srandakan Kalurahan Trimurti Kapanewon Srandakan Kabupaten Bantul sekitar tiga bulan terakhir mengalami kesulitan air bersih. Sumur yang biasanya menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan, kini telah mengering. Sebagian warga sudah melakukan upaya dengan memperdalam sumur ataupun membuat sumur bor, namun ternyata mengering lagi.
“Biasanya kedalaman 6 meter - 8 meter air itu sudah keluar. Tetapi sejak Dam Srandakan jebol air kemudian surut dan mengering. Sebagian warga memperdalam sumurnya hingga tiga meter, namun sekitar 1,5 bulan kering kembali. Artinya air semakin lama semakin dalam,” kata Agus Suryono, Ketua Pokgiat Dusun 1 Srandakan kepada koranbernas.id saat menerima bantuan 1 unit water toren dari KSPPS BMT Artha Amanah Sanden lewat Divisi Sosial Kantor Layanan (KL) Lazismu BMT Artha Amanah Sanden, Rabu (30/7/2025) sore.
Bantuan yang disalurkan melalui kegiatan bekerja sama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul itu diserahkan Ketua 2 KSPPS BMT Artha Amanah Sanden, Bambang Sri Riyadi.
“Seumur hidup saya selama 67 tahun tinggal di sini, baru sekarang mengalami kekeringan. Biasanya air itu tertampung di dam, dan sumur-sumur terisi air. Sejak Dam jebol, air langsung bablas ke laut sehingga air sumur mengering,” katanya.
Warga menunjukkan kondisi sumurnya yang kering. (sariyati wijaya/koranbernas.id)
Terbanyak warga terdampak berada di wilayah RT 01, RT 05 dan RT 06. “Kalau jumlah jiwanya bisa diatas 600 orang,” tambah Agus.
Melihat betapa vitalnya air bagi kehidupan warga, Agus Suryono menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Selain satu unit water toren ukuran 5.000 liter, bantuan juga disertai air bersih yang menjadi kebutuhan warga.
“Harapan kami dam segera dibangun agar debit juga naik dan sumur kembali terisi. Sebenarnya dam yang jebol sempat diperbaiki tiga kali tapi jebol lagi. Saya mendengar informasi akan dibangun dam baru. Semoga segera terwujud. Dan Alhamdulillah terima kasih atas bantuan yang kami terima,” katanya.
Kepala Kantor Layanan Lazismu BMT Artha Amanah Sanden, Muhammad Farid Hadiyanto SE, mengatakan penyerahan bantuan water toren merupakan wujud kepedulian dan komitmen Kantor Layanan Lazismu BMT Artha Amanah Sanden dan LPB PDM Bantul dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kualitas hidup
Dengan adanya bantuan ini diharapkan warga Dusun Srandakan dapat lebih mudah mengakses air bersih dan meningkatkan kualitas hidup mereka. "Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga Dusun Srandakan dan membantu mereka memenuhi kebutuhan air bersih," kata Farid.
Ditambahkan, bantuan ini akan berkesinambungan bekerja sama dengan banyak pihak. “BMT Artha Amanah Sanden selalu menyiapkan dana taktis untuk tanggap bencana sebagai pilar kemanusiaan yang bersinergi dengan LRB (Lembaga Resiliensi Bencana) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Bantul,” katanya. (*)
Sariyati Wijaya
