Teruslah Menanam, Pesan Titiek Soeharto untuk Petani Bantul
Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Sidomulyo adalah petani.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek Soeharto melaksanakan Reses dan Jaring Aspirasi di Kalurahan Sidomulyo Kapanewon Bambanglipuro Kabupaten Bantul, Minggu (3/8/2015) sore.
Titiek Soeharto meninjau langsung proses distribusi bansos beras. Bantuan sosial yang disalurkan lewat Bantuan Pangan Beras merupakan program pemerintah berupa distribusi beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk jutaan keluarga tidak mampu. Program tersebut dikelola oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog.
"Kita ketahui bersama Sidomulyo memiliki potensi pertanian yang tinggi, karena masih banyak lahan pertanian yang ditanami padi oleh para petani. Masyarakat Sidomulyo maju dan Makmur melalui sektor pertanian,” ujarnya.
Menurut dia, sektor pertanian merupakan hal pokok dalam rangka ketahanan pangan. Namun demikian harus didukung pupuk bersubsidi. “Seperti yang disampaikan oleh Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dalam rangka swasembada pangan untuk ketahanan pangan nasional," kata Titiek.
Kunjungan kerja dalam rangka reses Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, di Sidomulyo Bantul. (sariyati Wijaya/koranbernas.id)
Sebagai wakil rakyat, Titiek berkomitmen membawa aspirasi rakyat terkait pupuk subsidi, alat pertanian dan swasembada ke rapat DPR RI. “Kita harus senantiasa mendukung penghijauan, swasembada pangan, ketahanan pangan dan budi daya pertanian,” ungkap Titiek.
Dia pun berpesan untuk para petani di Bantul agar terus berkarya. “Mari kita dorong bersama dan kita upayakan untuk keberhasilan kita bersama. Teruslah berkarya, teruslah menanam dan teruslah berkembang karena menanam adalah suatu kedaulatan kita bersama untuk kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.
Lurah Sidomulyo, Susanto, mengatakan sebagian besar mata pencaharian masyarakat Sidomulyo adalah petani. "Kendala yang kami hadapi adalah masa tanam yang terbatas. Kami berharap semoga ada bantuan alat untuk menunjang pertanian sehingga lahan produktif menghasilkan sepanjang tahun," katanya.
Kamituwo Sidomulyo, Suhirto, menambahkan jumlah penerima bansos beras di desa itu sebanyak 1.799 KK (Kepala Keluarga). "Beras ini bantuan untuk Juni dan Juli 2025 masing-masing bulan mendapat 10 kilogram. Jadi sekarang penerima mendapat masing-masing 20 kilogram," kata Suhirto.
Surplus beras
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan selama ini Kabupaten Bantul berhasil meningkatkan hasil produksi padi hingga mencapai 9,3 ton per hektar, dengan surplus beras sebesar 55 ribu ton tahun ini.
"Jumlah petani milenial kita saat ini masih sangat minim. Karena itu harus terus kita dorong. Salah satunya ya melalui pemanfaatan alat-alat pertanian modern. Pemerintah Kabupaten Bantul khususnya di bidang pertanian memiliki program besar, yaitu Indeks Pertanaman (IP) Padi 400 atau lebih mudahnya tanam padi dalam waktu satu tahun dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan," kata Joko.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti, menyampaikan sebagai wakil rakyat dirinya akan selalu berupaya dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam rangka meningkatkan pertanian.
"Semoga dengan diadakannya reses ini, apa yang menjadi aspirasi dari petani dan masyarakat bisa ditampung langsung oleh Ibu Titiek selaku anggota DPR RI dan bisa disalurkan langsung ke pemerintah pusat," kata Titis. (*)
Sariyati Wijaya
