Tampilkan Beragam Karya Industri Kreatif, LOL Plaza Ambarrukmo Dipadati Pengunjung
Sejak pagi sampai malam, pengunjung tidak berhenti datang. Penjualan kami bahkan sudah melampaui target.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Land of Leisures (LOL) 2025 kembali digelar. Dimulai sejak Kamis (2/10/2025) di Plaza Ambarrukmo, ribuan pengunjung memadati festival kreatif tahunan yang selalu ditunggu ini.
Dengan mengusung tema Resonance of Us: Connect & Collaborate, LOL 2025 menampilkan lebih dari 90 brand fashion, lifestyle dan kuliner dari berbagai kota. Selama empat hari hingga Minggu (5/10/2025), festival belanja sekaligus hiburan musik ini menjadi ajang kolaborasi sekaligus penggerak roda ekonomi kreatif.
Tenant F&B langsung jadi primadona. BRUNSJ, Oma Elly, Serodja, Kopi Toko Djawa hingga Kalis Donuts ikut serta pada acara itu, tahun ini. Lokasinya di sisi luar Amplaz. Sementara di Atrium, tenant fashion dan lifestyle seperti CRSL, Familias, hingga Wardah menawarkan beragam diskon.
“Sejak pagi sampai malam, pengunjung tidak berhenti datang. Penjualan kami bahkan sudah melampaui target. Antusiasmenya luar biasa,” ujar salah seorang peserta yang menawarkan produk kacamata asal Surabaya.
Magnet utama
Tak hanya berbelanja, pengunjung juga dimanjakan dengan rangkaian pertunjukan musik gratis di Garden Area. Nama-nama besar seperti Barasuara menjadi magnet utama, sementara musisi muda seperti Mitty Zasia, Skandal, hingga band lokal pilihan Kelana Swara Ambarukmo menambah semarak festival.
Land of Leisures digelar secara konsisten sejak 2016 dan terus berkembang menjadi salah satu festival kreatif terbesar di Yogyakarta. Setiap tahun, tema yang diusung selalu berbeda, mulai dari perayaan identitas lokal, tren gaya hidup urban, hingga kolaborasi lintas komunitas.
Setelah sempat beradaptasi dengan konsep hybrid selama pandemi, sejak 2022 LOL kembali digelar dengan skala penuh dan jumlah tenant yang terus meningkat.
“Suasana festival makin meriah karena semua pertunjukan terbuka gratis untuk umum. Konsepnya memang lebih inklusif dan melibatkan banyak komunitas. Harapannya, LOL tak hanya menjadi festival musiman, tetapi juga ruang kolaborasi nyata yang memberi dampak positif bagi ekosistem kreatif,” terang Natasha Audrey, Project Director LOL 2025.
Dibuat seimbang
Senada, Managing Director Ambarukmo Group, Haris Susanto, menyatakan pentingnya konsistensi LOL mendukung industri kreatif. Menurutnya, proporsi tenant sengaja dibuat seimbang, yakni 50 persen brand lokal dan 50 persen brand luar, agar tercipta persaingan sehat sekaligus saling menguatkan. “LOL harus menjadi penggerak ekonomi kreatif yang nyata,” ujarnya.
Dengan kombinasi belanja, kuliner, dan hiburan musik, LOL kembali membuktikan diri sebagai festival kreatif yang tak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat peran Yogyakarta sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif nasional. (*)
Yvesta Putu Ayu Palupi
