Jumat, 17 Sep 2021,


tak-cukup-wajibkan-sekolah-terima-anak-berkebutuhan-khusus-Acara corporate social responsibility dari Asuransi Astra, di TK PAUD Pelangi Anak Negeri. (istimewa)


warjono
Tak Cukup Wajibkan Sekolah Terima Anak Berkebutuhan Khusus

SHARE

KORANBERNAS.ID—Imbauan pemerintah agar sekolah menerima anak-anak berkebutuhan khusus, dinilai merupakan hal positif. Sebab jumlah anak berkebutuhan khusus, cenderung mengalami kenaikan.


Namun, imbauan tersebut, idealnya diimbangi dengan dukungan yang makin serius untuk pihak sekolah. Dukungan, terutama pada upaya mendorong kesiapan sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, serta pengetahuan dan kemampuan guru atau SDM.

  • UMKM di Sleman Lebih dari 37 Ribu
  • Kiai Yazid Beri Ucapan Selamat untuk PDI Perjuangan

  • Kepala Sekolah PAUD Pelangi Anak Negeri Sorosutan Yogyakarta, Sri Utami Purwaningsih mengatakan, masih banyak sekolah yang kenyataannya belum cukup siap dengan kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus.

    “Jangan dikira sama dengan menerima anak pada umumnya. Sekolah harus memiliki sarana yang memadai, SDM yang memadai dan andal,” katanya, disela-sela acara Pijar Ilmu, yakni kegiatan corporate social responsibility (CSR) dari Asuransi Astra Jogja, belum lama ini.

  • Pemeliharaan Jalan Wedi-Kalikotes Jadi Polemik
  • Pembahasan APBD Kebumen Belum Jelas

  • Pijar ilmu, merupakan program dari perusahaan grup Astra ini, untuk mendukung dunia pendidikan di Indonesia.

    Menurut Utami, ruang kelas di sekolah yang menerima anak berkebutuhan khusus, harus didesain begitu rupa agar aman bagi anak-anak. Sebagaimana diketahui, anak-anak berkebutuhan khusus kerap dengan sengaja membenturkan anggota tubuhnya ketika sedang marah. Sehingga sekolah, perlu menyiapkan dinding berpelindung dan juga lantai yang aman.Tanpa desain memadai, bukan mustahil hal ini akan mencederai anak-anak.

    “Kami sendiri menerima 32 anak berkebutuhan khusus dari total siswa sebanyak 148 orang. Memang penuh perjuangan dan harus sangat sabar. Jumlah ini diampu oleh 24 orang guru,” kata Utami menjelaskan.

    Kepala Cabang Asuransi Astra Yogyakarta, Gea Rafdan Anggana mengungkapkan, kegiatan Pijar Ilmu, tahun ini memang diarahkan untuk TK/PAUD inklusi.

    Di TK/PAUD Pelangi Anak Negeri ini, pihaknya menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari ikut membenahi sekolah beserta perabotnya, hingga memberikan sharing informasi mengenai asuransi serta menyerahkan bingkisan untuk siswa.

    Program ini, dilaksanakan oleh semua kantor Asuransi Astra secara nasional. Sedangkan pemilihan sekolah menjadi lokasi CSR, terutama adalah sekolah yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus.

    “Minimal yang menerima 20 anak berkebutuhan khusus. Kami ingin ikut berkontribusi memberikan dukungan untuk pendidikan anak,” katanya. (SM)

     


    TAGS:

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini