Stunting di Kecamatan Ngawen Klaten Perlu Perhatian Serius

Lebih dari sepertiga anak usia di bawah lima tahun mengalami gangguan pertumbuhan.

Stunting di Kecamatan Ngawen Klaten Perlu Perhatian Serius
Pra-Musrenbang Tematik Stunting di pendopo Kecamatan Ngawen, Kamis (23/4/2026). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten, Anik Rahayu, mengatakan penurunan stunting di Kecamatan Ngawen memerlukan perhatian yang serius dan kerja sama semua pihak. Tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tapi juga pendidikan, sosial dan ekonomi.

Melalui analisis situasi, kata Anik yang juga menjabat Sekretaris Kecamatan Ngawen itu, diharapkan dapat dicapai pemahaman yang lebih baik tentang tantangan yang dihadapi serta langkah-langkah perlu dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting di kabupaten itu.

"Kecamatan Ngawen terdiri dari 13 desa. Jumlah anak usia 0-5 bulan, usia 6-23 bulan, anak usia 24-59 bulan, jumlah remaja putri, jumlah calon pengantin dan jumlah ibu hamil terbanyak di Desa Mayungan. Sedangkan jumlah ibu nifas terbanyak di Desa Candirejo," katanya pada acara Pra Musrenbang Tematik di Pendopo Kecamatan Ngawen, Kamis (23/4/2026).

Menurut dia, prevalensi stunting di Kecamatan Ngawen tahun 2026 berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan dari hasil pengukuran e-PPGBM (elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat), tercatat 12,62 persen dengan jumlah kasus 280 anak.

Kualitas hidup

Ini menunjukkan lebih dari sepertiga anak usia di bawah lima tahun mengalami gangguan pertumbuhan yang berdampak panjang bagi kualitas hidup mereka. Prevalensi stunting antar desa berbeda-beda.

Prevalensi stunting per desa di Kecamatan Ngawen, tertinggi di Desa Duwet dan terendah Desa Kahuman. Sedangkan kasus stunting tertinggi di Desa Mayungan dan terendah di Desa Kahuman.

Camat Ngawen, Poniran SIP, dalam sambutannya menyampaikan prevalensi stunting di Kecamatan Ngawen tahun 2026 di angka 12,62 persen masih di atas target yang disampaikan mantan Bupati Klaten Sri Mulyani pada angka 11 persen.

"Harapan kami, dengan kerja sama semua pihak stunting di wilayah Kecamatan Ngawen dari tahun ke tahun bisa diturunkan," pinta Poniran pada acara yang dihadiri seluruh kepala desa dan TP PKK desa di wilayah Kecamatan Ngawen, SDM PKH Kecamatan Ngawen, perwakilan puskesmas dan Dinas Sosial. (*)