Sempat Batal, DPRD Klaten Kembali Melaksanakan Agenda Rutin

DPRD Klaten selalu berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh mahasiswa.

Sempat Batal, DPRD Klaten Kembali Melaksanakan Agenda Rutin
Ketua DPRD Klaten, Edy Sasongko. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten sempat membatalkan agenda kerja selama dua hari berturut-turut yakni Senin dan Selasa (1-2/9/2025) terkait situasi dan kondisi di wilayah. Meski sempat ditiadakan agenda kerja rutin lainnya sudah bisa dilaksanakan kembali Rabu (3/9/2025) dan Kamis (4/9/2025).

"Ya, kemarin sempat dibatalkan agenda hari Senin dan Selasa. Sebetulnya hari itu ada rapat pansus (panitia khusus). Tapi, Rabu sampai dengan hari ini (Kamis, 4/9/2025) sudah berjalan. Ada pansus dan PDPF kemarin sudah berjalan," kata Edy Sasongko, Ketua DPRD Klaten, di Desa Gombang Kecamatan Cawas, Kamis (4/9/2025).

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, memang ada target-target yang harus diselesaikan pada tahun 2025 termasuk Program Legislatif Daerah (Prolegda). Masih ada enam Raperda (Rancangan Peraturan Daerah). “Tidak boleh ditunda-tunda lagi sebab ini sudah bulan September,” jelasnya.

Untuk menjaga kondusivitas wilayah, DPRD Klaten selalu berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh mahasiswa. Bilamana ada hal-hal yang perlu disampaikan, disarankan untuk menyampaikannya secara baik-baik.

Diharapkan masyarakat

"Silakan. Yang penting solusinya sehingga benar-benar bisa dengan yang diharapkan masyarakat. Jadi, Alhamdulillah selama ini kami ketemu dan audiensi dengan tokoh masyarakat dan tokoh mahasiswa, termasuk kemarin masalah sampah. Kita juga selalu konsentrasi, mendukung bupati agar segera ada tindakan-tindakan terkait pengelolaan sampah," ujarnya.

Menanggapi terjadinya aksi demonstrasi di sejumlah daerah, Edy Sasongko merasa prihatin. Sebelumnya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo juga bersyukur situasi Kabupaten Klaten tetap kondusif tanpa ada aksi unjuk rasa.

"Situasi dan kondisi itu terjaga tidak terlepas dari keikutsertaan seluruh warga dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah masing-masing," katanya.

Dia mengimbau sekolah-sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah seperti biasa dan tidak memberlakukan WFH (Work from Home). Kepada ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemkab Klaten tetap memakai seragam kerja biasanya. "Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Yang dihindari kegiatan di luar," katanya.

Berjalan normal

Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Titin Windiyarsih, menyampaikan untuk sementara semua kegiatan ke luar sekolah ditunda karena fokus pada kegiatan belajar mengajar di internal sekolah.

Dinas Pendidikan sudah menerbitkan surat edaran dan melakukan koordinasi antisipasi dengan orang tua maupun semua satuan pendidikan dan ada juga penguatan. "Semuanya berjalan normal dan tidak ada pengurangan jam belajar," ujar Titin. (*)