Semarak Jogja 10K: Indosat Buktikan Keandalan Jaringan 5G di Kota Wisata dan Digital Dunia

Indosat Ooredoo Hutchison dukung penuh event Jogja 10K pada 3 Mei 2026 dengan jaringan 5G terbaik. Ribuan pelari dapat berbagi momen seru di Malioboro tanpa delay

Semarak Jogja 10K: Indosat Buktikan Keandalan Jaringan 5G di Kota Wisata dan Digital Dunia
Sessi press conference menjelang Jogja 10K. (warjono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Ribuan pelari bersiap memadati kawasan ikonik Malioboro dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada 3 Mei. Para pelari, akan ambil bagian dalam event Jogja 10K yang digelar tidak hanya menjadi ajang perlombaan lari, tetapi juga simbol semangat untuk menyemarakkan Yogyakarta sebagai kota budaya sekaligus kota digital kelas dunia.

​Dalam penyelenggaraan event ini, Indosat Ooredoo Hutchison hadir sebagai pilar utama konektivitas, memastikan setiap momen mulai dari garis start hingga finish dapat dibagikan secara real-time tanpa hambatan.

​​Sentanu Wahyudi selaku Project Director Jogja 10K mengungkapkan bahwa digitalisasi modern membutuhkan dukungan koneksi internet yang kuat dan stabil. Kebutuhan tersebut menjadi krusial, terlebih dalam penyelenggaraan event olahraga berskala besar seperti lari yang melibatkan banyak partisipan dan penonton.

​Hal ini disambut antusias oleh Joko Tri Wibowo, SVP Head of Region Central Java Indosat. Menurutnya, partisipasi Indosat dalam ajang ini lebih dari sekadar penyediaan jaringan, melainkan komitmen untuk memajukan daerah.

Pada 3 Mei kita ikut berpartisipasi mengadakan Jogja 10K, tidak sekadar lari. Tapi penuh semangat untuk menyemarakkan Jogja sebagai kota budaya. Buktikan bagaimana ribuan orang akan lari di Malioboro, bisa share aktivitas mereka tanpa delay, ujar Joko, yang menyebut  jaringan 5G Indosat saat ini telah mencakup seluruh kota dan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

​Optimalisasi Infrastruktur dan Jaringan 5G

Head of Techonology Central Java Indosat Ooredoo,  Sugeng Rumawan menambahkan, dukungan konektivitas yang prima ini didukung oleh kesiapan infrastruktur yang matang. Indosat, katanya, telah melakukan optimalisasi jaringan secara masif untuk mengakomodasi lonjakan trafik selama event berlangsung.

​Sebanyak 29 BTS (Base Transceiver Station) di sepanjang rute lari dan pusat keramaian telah dioptimalkan secara khusus. Titik-titik krusial yang menjadi fokus meliputi ​Titik Nol Kilometer, ​Kawasan Malioboro, ​Pusat perbelanjaan hingga ​Stasiun Tugu.

Ia juga mengungkapkan, tim Indosat telah melakukan drive test khusus untuk memastikan perpindahan jaringan (handover) BTS 5G berlangsung sangat baik dan mulus di sepanjang rute.

Sebagai informasi, hingga saat ini, terdapat 311 BTS 5G yang tersebar di 24 kecamatan di Kota Yogyakarta. Optimalisasi ini tidak hanya difokuskan pada rute lari, tetapi juga mencakup area publik penting lainnya seperti rumah sakit, terminal, pusat keramaian, lokasi ikonik, hingga kawasan universitas dan wilayah wisata.

​​Keberadaan jaringan 5G di Yogyakarta menunjukkan pertumbuhan trafik yang signifikan dari waktu ke waktu. Tercatat lebih dari 23 ribu pengguna aktif yang menggunakan jaringan 5G di Kota Yogyakarta, dengan pertumbuhan trafik rata-rata mencapai 40 persen. (*)