Saeni Ditemukan Meninggal di Hutan, Petugas Menemukan Sabit dan Uang Rp 89.000
Petugas mencatat sejumlah barang ditemukan di sekitar korban. Antara lain sebilah sabit milik korban berjarak sekitar dua meter dari tubuhnya, bungkus rokok berisi empat batang, korek api biru, dan uang tunai sebesar Rp 89.000
KORANBERNAS.ID, KEBUMEN--Seorang kakek warga Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Perhutani, Desa Ayah, Senin (6/9/2025). Korban Saeni (64), seorang wiraswasta asal Dusun Karangtengah, Srati meninggal karena sakit yang dideritanya.
Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal, korban berpamitan kepada keluarganya untuk mencari rumput, sekitar pukul 07.30 WIB. “Korban sempat berobat pagi hari, lalu berpamitan untuk mencari rumput di kawasan hutan Perhutani,” ujar Faris Budiman.
Hasil pemeriksaan di lapangan, korban sempat bertemu dengan saksi Sakiyah (72) yang juga hendak mencari rumput. Namun, korban meminta berangkat lebih dulu. Tak lama kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, Sakiyah menyusul ke lokasi dan menemukan korban sudah terbaring tidak bergerak di antara rerumputan.
Saksi lainnya, Tuminah (55), yang berada tak jauh dari tempat kejadian, ikut berusaha membangunkan korban. Menyadari korban tak merespons, mereka segera memberitahukan perangkat desa, kemudian melapor ke Polsek Ayah.
Tim gabungan Polsek Ayah, Polairud Polres Kebumen, Koramil Ayah, Inafis Polres Kebumen, dan tenaga medis dari Puskesmas Ayah 1 melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia karena sakit,” kata Faris Budiman.
Petugas Inafis mencatat sejumlah barang ditemukan di sekitar korban, antara lain sebilah sabit milik korban berjarak sekitar dua meter dari tubuhnya, bungkus rokok berisi empat batang, korek api biru, dan uang tunai sebesar Rp 89.000. Saat ditemukan, korban mengenakan baju batik coklat, kaus hijau, celana biru dongker, serta sepatu karet putih.
Tim medis Puskesmas Ayah 1 menyimpulkan, hasil pemeriksaan medis juga tidak menemukan luka akibat benda tajam, tumpul, maupun tanda jeratan. Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Kasus ini tidak mengandung unsur pidana. Polres Kebumen memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur. Kami turut berbela sungkawa,” ujar Faris Budiman.
Penemuan ini menambah daftar kasus warga yang meninggal mendadak di wilayah pedesaan Kebumen, sebagian besar disebabkan oleh faktor kesehatan. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memerhatikan kondisi fisik sebelum beraktivitas di area hutan yang cukup jauh dari pemukiman. (*)
Nanang W Hartono
