Rumah Lurah di Bantul Digeruduk Warga yang Marah
Suasana pertemuan sempat memanas, berhasil diredam tokoh warga setempat.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Rumah Lurah Sitimulyo Kapanewon Piyungan Kabupaten Bantul, H Juweni, yang berada di Dusun Ngablak digeruduk sekitar 50 warga Banyakan 1, Senin (18/5/2026) malam.
Warga yang marah merasa tidak terima dukuh mereka diumpat dengan bahasa binatang saat kegiatan rabas pohon jati. Kepada lurah, warga meminta penjelasan terkait ucapannya tersebut dan meminta lurah meminta maaf pada Dukuh Banyakan 1, Munawir.
Suasana pertemuan sempat memanas, namun berhasil diredam tokoh warga setempat. "Kedatangan kami untuk meminta penjelasan kenapa Pak Dukuh kami yang orangnya alim bisa diunek-unekke dengan kalimat binatang. Kami tidak terima," kata seorang warga yang enggan disebut namanya.
Kejadian itu bermula saat pohon jati yang ditanam lurah di tanah miliknya yang berada di Dusun Banyakan 1 beberapa dahan dan rantingnya menjorok ke jalan. Selain mengganggu lalu lintas, warga juga takut jika terkena kabel listrik.
Sudah izin
Warga kemudian menghubungi keluarga lurah untuk meminta izin memotong ataupun kegiatan rabas-rabas. "Kami sudah izin ke anaknya Pak Lurah dan boleh, maka kami kerja bakti pas Minggu kemarin," katanya.
Tidak disangka saat itu lurah datang dan mengancam warga yang berani memotong dahan pohon miliknya. Dia juga mengumpat dukuh dengan bahasa binatang.
Dukuh Munawir pada kesempatan tersebut meminta penjelasan kepada lurah selaku pimpinan kenapa mengucapkan bahasa binatang kepada dirinya.
Lurah Juweni dalam pertemuan itu menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya. Semua terjadi karena emosi dan spontan. Dia juga berharap permasalahan selesai pada pertemuan itu. (*)
Sariyati Wijaya
