Ribuan Warga Antre Bersalaman dengan Sultan HB X

Sebanyak 70 gerobak angkringan gratis berjajar rapi, menyajikan soto, nasi kucing.

Ribuan Warga Antre Bersalaman dengan Sultan HB X
Antrean warga dari berbagai kalangan untuk bersalaman dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Ribuan warga rela antre untuk bersalaman dengan Raja Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (30/3/2026), di Bangsal Kepatihan.

Mengingat usia dan padatnya agenda, Gubernur sempat mengambil jeda singkat untuk beristirahat dan memulihkan stamina. Tak ingin mengecewakan rakyatnya yang telah menanti sejak pagi, Sultan HB X kembali duduk menyambut tangan demi tangan dengan senyum yang tetap terjaga.

Bagi Hamzah Syarif, pemuda asal Kalimantan Timur, melihat Sultan kembali dari waktu istirahatnya adalah bukti nyata dari filosofi nyawiji. "Walaupun beliau seorang Raja, beliau mau membuka diri untuk masyarakat. Biasanya sistem kerajaan itu kental dengan feodalisme, tapi beliau justru meruntuhkan stigma itu,” katanya.

Menurut Naufal yang antre sejak pukul 08:30, melihat Sultan HB X tetap lanjut menyalami warga meski sudah lewat jam 13:00 merupakan contoh kepemimpinan yang menyentuh.

Rendah hati

Naufal juga melihat bagaimana para pejabat dan ASN ikut antre tertib bersama warga biasa, sebuah pemandangan yang menurutnya menjadi cermin bagi pejabat publik untuk tetap rendah hati.

Untuk mengobati rasa haus dan lapar warga yang belum sempat bersalaman, Pemerintah Provinsi DIY menyulap halaman Kepatihan menjadi semacam pesta rakyat.

Sebanyak 70 gerobak angkringan gratis berjajar rapi, menyajikan soto, nasi kucing dan wedangan hangat. Sajian ini menjadi penyelamat bagi mereka yang rela "berjemur sehat" demi momen sekali setahun ini.

Antusiasme juga dirasakan oleh Sri Winarti Pandiangan, warga asal Medan yang baru saja tiba di Jogja. "Aku pendatang baru, dapat info dari media sosial kemarin. Rasanya beruntung banget bisa langsung salaman sama Sultan, meski harus antre panjang," ujarnya.

Baju seadanya

Kesan serupa juga dirasakan Siti Merlina, wisatawan asal Brebes. Meski datang dengan pakaian seadanya karena informasi yang mendadak, dia tak gentar ikut masuk barisan.

"Karena infonya dadakan, kita pakai baju seadanya saja. Tapi ternyata di sini semua diterima dengan hangat. Ini benar-benar kesempatan langka," kata Siti.

Hingga lewat tengah hari, antrean belum sepenuhnya usai. Momentum Idul Fitri 1447 H yang bertepatan dengan Hari Jadi DIY ke-271 membuktikan pemimpin dan rakyat adalah satu nafas. (*)