Ribuan Pohon Ditanam di Lereng Rawan Longsor Padukuhan Jono Gunungkidul

Bencana tidak bisa dilawan, tapi dapat dicegah.

Ribuan Pohon Ditanam di Lereng Rawan Longsor Padukuhan Jono Gunungkidul
Penanaman pohon di Lereng Rawan Longsor Padukuhan Jono, Gunungkidul. (istimewa)

KORANBERNAS ID, GUNUNGKIDUL – Ribuan bibit pohon ditanam di lereng rawan longsor Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep Kapanewon Ngawen Gunungkidul.

Kegiatan yang dilaksanakan Senin (18/5/2026) ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana sekaligus pemulihan lingkungan pascalongsor yang melanda kawasan tersebut pada Februari silam.

Penanaman digelar PT Aksara Dinamika Jogja, penerbit Harian Jogja, bersama Pemkab Gunungkidul dan sejumlah mitra lintas sektor.

Kegiatan bertajuk Strategi Konservasi Lahan Pascabencana melalui Gerakan Gotong Royong dan Penanaman 3.000 Pohon Kehidupan itu melibatkan warga, relawan, pejabat hingga komunitas lingkungan yang bahu-membahu membawa bibit ke lereng perbukitan.

Tanaman buah

Jenis tanaman yang ditanam beragam, mulai dari nangka, akar wangi, mangga, jambu, hingga tanaman buah lainnya. Bibit tersebut merupakan bantuan dari BPDAS Serayu Opak Progo dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan pentingnya penghijauan di kawasan rawan bencana. "Kami mengapresiasi atas terselenggaranya penanaman pohon di lokasi bencana di Padukuhan Jono karena menjadi bagian mitigasi agar kejadian sama tidak terulang kembali," ujarnya.

Endah menyebutkan penanaman pohon bukan semata soal pemulihan lahan, melainkan investasi lingkungan jangka panjang. "Bencana tidak bisa dilawan, tapi dapat dicegah melalui cinta kasih, salah satunya melalui gerakan penanaman pohon ini," katanya.

Di antara berbagai jenis tanaman, pohon nangka menjadi varietas yang paling banyak dipilih. Selain mudah tumbuh di kawasan perbukitan Gunungkidul, nangka memiliki nilai historis yang tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 1999 tentang Flora dan Fauna di Bumi Handayani, serta berkaitan dengan sejarah Babad Alas Nongko Doyong.

Struktur tanah

Selain itu buahnya pun memiliki nilai ekonomi sebagai bahan baku gudeg yang selama ini banyak didatangkan dari luar daerah.

Tanaman akar wangi turut dipilih karena dinilai mampu memperkuat struktur tanah di lereng rawan longsor. Pemkab Gunungkidul berencana mengembangkan budi daya tanaman ini sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana di kawasan perbukitan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan longsor pada Februari lalu sempat menutup aliran sungai dengan pepohonan dan bebatuan sehingga arus air berbalik ke permukiman warga. "Perbaikan aliran sungai sudah dilakukan, namun upaya mitigasi tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.

Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen media dalam pelestarian lingkungan. Sebelumnya, pihaknya juga terlibat dalam penanaman pohon dan pelepasan tukik di Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, pada 2025. (*)