PWI Sleman Audiensi ke Dinas Koperasi dan UKM, Bahas Peluang Kerja Sama
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Sutiasih, menyampaikan pentingnya peran media menyebarkan informasi seputar koperasi dan UKM.
KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sleman melakukan audiensi dengan Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Selasa (2/9/2025), di ruang pertemuan dinas setempat. Pertemuan ini membahas peluang kerja sama penyebaran informasi serta penguatan peran koperasi di kalangan wartawan.
Ketua PWI Sleman, Wisnu Wardhana, menjelaskan PWI merupakan organisasi profesi wartawan yang memiliki struktur mulai dari pusat hingga daerah. Di tingkat kabupaten di DIY, PWI baru ada di Sleman.
“Untuk menjadi anggota PWI ada syarat yang ketat, salah satunya harus melalui ujian wartawan. Di luar profesi, kami juga mengelola koperasi untuk menunjang kegiatan organisasi dan kesejahteraan anggota. Koperasi ini bernama Koperasi Jasa Pena Sembada Sejahtera dan sudah berjalan sekitar setahun,” jelas Wisnu.
Ketua Koperasi Jasa Pena Sembada Sejahtera, Sigit Purwita, menambahkan koperasi yang dipimpinnya sudah mengantongi badan hukum dan SK Kemenkumham. Saat ini juga telah berproses dalam administrasi perpajakan dan rutin melaporkan pajak.
Informasi koperasi
“Usaha yang kami jalankan antara lain jasa konstruksi, boga dan kuliner, konveksi hingga event. Dulu kami pernah mencoba jasa iklan layanan masyarakat, tapi masih memakai badan usaha pihak lain. Dari pengalaman itu, akhirnya diputuskan mendirikan koperasi sendiri,” terang Sigit.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Sutiasih, menyampaikan pentingnya peran media menyebarkan informasi seputar koperasi dan UKM.
“Tanpa berita, masyarakat tidak akan tahu informasi. Karena itu kami sangat berharap dukungan PWI untuk memberitakan perkembangan koperasi dan UKM, sehingga masyarakat mendapat informasi yang jelas,” kata Sutiasih.
Sutiasih juga menyinggung kondisi terkini pasca unjuk rasa, sehingga pihaknya diminta menunda kegiatan luar kota. “Seharusnya ada ketugasan di Gunungkidul, namun dibatalkan. Semua kegiatan diarahkan di kantor sampai situasi kondusif,” katanya.
Perekrutan anggota
Sutiasih juga menyampaikan perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Sleman. Dia mengungkapkan, sebagian besar KDMP masih dalam tahap perekrutan anggota.
“Ada enam gerai yang harus dijalankan, dan gerai simpan pinjam sudah mulai sejak awal Agustus. Untuk KDMP Sinduadi sudah menjalankan semua gerai dan memiliki anggota seribu orang. Sementara KDMP Tamanmartani kini sudah memiliki 910 anggota,” jelasnya.
Sutiasih menyatakan pentingnya kolaborasi dengan wartawan. “Kami berharap PWI dapat terus membantu menyebarkan informasi terkait kemajuan koperasi dan UMKM di Sleman,” katanya. (*)
Nila Hastuti
