KPU Bantul Launching Pemilos Serentak 2025

Pemilos berperan sebagai laboratorium demokrasi mini di lingkungan sekolah.

KPU Bantul Launching Pemilos Serentak 2025
KPU Bantul melaksanakan launching Pemilos Serentak 2025 di SMP Negeri 1 Bantul. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul bersama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Balai Pendidikan Menengah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bantul melakukan Launching Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) serentak 2025 di SMP Negeri 1 Bantul,Selasa (2/9/2025).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, KPU DIY dan Wakil Ketua Komis A DPRD Bantul, Ani Widayani. "Pemilos serentak tahun ini diikuti oleh 151 sekolahan terdiri dari, 71 SMP, 13 MTs, 29 SMA, 29 SMK, 9 MA," kata Joko Santosa, Ketua KPU Bantul.

Sementara untuk 21 sekolah lainnya terdiri 11 MTs, 6 MA, 2 SMK, 1 SMA dan 1 SMP, menyusul pada hari yang berbeda disebabkan perkembangan situasi. "Kami berharap untuk pelaksanaan pemilos yang akan datang dianggarkan khusus oleh pemerintah daerah. Hal ini penting sebab pemilos adalah agenda rutin, dan manfaat yang diperoleh sangatlah banyak, terutama bagi para peserta didik jenjang SMA dan SMP sederajat," katanya.

Siswa mengenal dan praktik langsung berdemokrasi melalui Pemilos. Tahapannya dibuat sama dengan pemilu mulai dari kampanye calon dengan penyampaian visi dan misi serta pemungutan suara.

Peninjauan pelaksanaan Pemilos SMPN 1 Bantul. (istimewa) 

Ani Widayani menambahkan, pemilos ini harus memperoleh perhatian yang serius. "Kami berkomitmen memperjuangkan agar ke depan kegiatan pemilos serentak mendapat dukungan pemerintah daerah," tandas Ani.

Dalam sambutanya Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan pemilos berperan sebagai laboratorium demokrasi mini di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman langsung yang tidak bisa diperoleh dari buku pelajaran yaitu pengenalan tahapan pemilu.

Siswa secara langsung terlibat dalam seluruh rangkaian proses, mulai dari pendaftaran calon, sosialisasi visi-misi, kampanye yang sportif hingga pemungutan dan penghitungan suara.

"Ini adalah simulasi nyata yang memperkenalkan mereka pada mekanisme pemilihan yang kompleks. Pemahaman hak dan kewajiban warga negara, melalui pemilos siswa belajar tentang hak mereka untuk memilih dan kewajiban untuk berpartisipasi. Mereka juga diajarkan untuk membuat keputusan yang rasional, bukan berdasarkan paksaan atau bujukan semata," urainya.

Kepemimpinan

Bagi siswa yang menjadi calon atau panitia, Pemilos menjadi ajang latihan kepemimpinan. Mereka belajar bersaing secara sehat, menerima kekalahan dengan lapang dada dan memastikan proses berjalan jujur dan adil. Ini adalah pembelajaran integritas yang sangat berharga.

"Partisipasi dalam pemilos menumbuhkan kesadaran bahwa suara mereka penting. Pengalaman positif ini diharapkan dapat mendorong mereka untuk menjadi pemilih yang aktif dan kritis saat sudah memenuhi syarat mengikuti pemilu di tingkat nasional," kata bupati. (*)