PT Railink Siap Menambah Jadwal Malam Kereta Bandara

Kadang-kadang yang landing malam karena delay sudah kehabisan jadwal.

PT Railink Siap Menambah Jadwal Malam Kereta Bandara
Layanan kereta api di Stasiun Bandara Yogyakarta International Airport. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- PT Railink Indonesia (KAI Bandara) bersiap menambah jadwal perjalanan kereta bandara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.

Penambahan jadwal terutama difokuskan pada malam hari, menyesuaikan dengan jadwal kedatangan pesawat di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Direktur Utama PT Railink Indonesia, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BIA Angkasa Pura untuk menyesuaikan kebutuhan perjalanan selama masa puncak angkutan.

“Kami sedang mempersiapkan diri menghadapi angkutan puncak Nataru 2025-2026. Kemungkinan akan ada beberapa penambahan perjalanan, terutama di malam hari karena banyak pesawat yang landing pada jam tersebut,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Membantu mobilitas

Penambahan perjalanan tersebut diharapkan membantu mobilitas masyarakat dari dan menuju Bandara YIA, terutama untuk penerbangan yang mengalami keterlambatan.

“Kadang-kadang yang landing malam karena delay sudah kehabisan jadwal. Ini akan kami coba tambahkan agar kebutuhan masyarakat bisa terlayani,” tambahnya.

Selain menambah jadwal perjalanan, Railink juga menyiapkan sejumlah investasi untuk meningkatkan pelayanan. Salah satunya perluasan ruang tunggu penumpang yang dinilai sudah tidak memadai saat musim puncak.

“Kami sedang merencanakan beberapa investasi untuk meningkatkan pelayanan, termasuk perluasan ruang tunggu dan perbaikan fasilitas penumpang. Mudah-mudahan bisa segera dilakukan,” kata Porwanto.

Cukup tinggi

Porwanto menambahkan, target penggunaan KA Bandara pada masa Nataru tahun ini cukup tinggi, yakni sekitar 60 persen dari total penumpang pesawat di Bandara YIA. Saat ini, rata-rata pengguna KA Bandara pada hari biasa mencapai 62 persen.

“Namun pada momen seperti Lebaran atau Nataru, persentasenya biasanya menurun karena volume penumpang pesawat naik tajam sementara kapasitas angkutan terbatas,” ujarnya.

Selain fokus pada layanan penumpang, Railink juga terus mengembangkan potensi bisnis lain seperti pemanfaatan ruang untuk media iklan tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan. Perusahaan berencana melakukan pemesanan sarana baru pada 2026 yang diperkirakan selesai dalam dua tahun ke depan.

“Prinsipnya kami sangat berkepentingan dan ingin terus memperbarui sarana agar kecepatan dan kenyamanan bisa meningkat,” tambahnya.

Target tercapai

Sebelumnya, Ayep Hanapi selaku Manager Komunikasi Perusahaan PT Railink, menyampaikan bahwa target penumpang tahun 2025 telah tercapai dengan peningkatan signifikan. Hingga September, jumlah penumpang KA Bandara YIA reguler mencapai 1.345.536 orang, sedangkan YIA Ekspres mengangkut 758.009 orang.

Sementara di Medan, layanan KA Bandara rute Medan–Kualanamu mencatat 1.153.268 penumpang, dan Medan–Kuala Bingai sebanyak 1.933.537 penumpang. Total terdapat 24 perjalanan KA Bandara YIA reguler dan 26 perjalanan ekspres, serta 44 perjalanan KA Sri Lelawangsa di Medan.

Ayep mengatakan, peningkatan permintaan menjadi dasar rencana penambahan perjalanan tahun depan.

“Untuk 2025 target penumpang tercapai dengan peningkatan cukup signifikan. Tahun 2026 permintaan diprediksi meningkat, dan kami akan menyesuaikan kapasitas perjalanan,” katanya.

Fokus keselamatan

Railink juga mencatat sejumlah kejadian selama 2025, seperti insiden tertemper orang dan aksi vandalisme pada kereta. Masyarakat diimbau lebih disiplin saat melintasi perlintasan dan tidak melakukan aktivitas berbahaya di area rel.

Selain itu, Railink juga meluncurkan maskot baru bernama Yaya pada ulang tahun ke-19, 28 September silam. Maskot dengan warna dominan hijau ini menggambarkan keramahan pelayanan dan semangat Beyond Boundaries Towards Tomorrow, sesuai tema perayaan tahun ini.

Untuk kesiapan Nataru, Railink memastikan seluruh sarana dan prasarana telah diperiksa secara harian, 12 bulanan, hingga 24 bulanan di Balai Yasa, serta akan menjalani pemeriksaan bersama Kementerian Perhubungan.

“Intinya, semua sarana dan prasarana siap dijalankan menghadapi masa angkutan Nataru,” jelasnya. (*)