Permintaan Meningkat, Hewan Kurban Didatangkan dari Luar Klaten

Setiap pasaran Legi harganya naik Rp 1 juta per ekor.

Permintaan Meningkat, Hewan Kurban Didatangkan dari Luar Klaten
Pasar hewan Bonyokan Jatinom saat pasaran Legi, Selasa (19/5/2026). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Seminggu menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026, permintaan akan hewan kurban sapi di wilayah Jatinom Kabupaten Klaten meningkat bila dibandingkan hari biasa. Untuk menyikapi hal itu, hewan kurban didatangkan dari luar wilayah Klaten.

Selain dihadapkan pada lonjakan permintaan, harga hewan kurban juga mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kepala Desa Bonyokan Jatinom, Surono, mengatakan saat ini lonjakan permintaan sekitar 25 persen dibandingkan hari biasa dan harganya juga naik sekitar Rp 2 hingga Rp 3 juta per ekor.

"Solusinya kita mendatangkan ternak dari luar Klaten, seperti dari daerah Jawa Timur," kata Surono saat dihubungi melalui telepon, Senin (18/5/2026).

Stok sedikit

Senada diungkapkan H Yadi, peternak sapi di Desa Majegan Kecamatan Tulung Klaten. Ditemui di Pasar Hewan Bonyokan Jatinom, Selasa (19/5/2026), dia menyatakan benar harga sapi sudah naik karena stok ternak sedikit. "Benar, harganya sudah naik. Setiap pasaran Legi begini harganya naik Rp 1 juta per ekor," ujarnya.

Karena stok ternak sedikit, lanjut dia, apa yang ada di peternak itu yang dibawa ke pasar hewan untuk dijual. Ternak sapi miliknya dijual dengan harga bervariasi.

"Kalau tempat saya, seperti ini (menunjuk sapi cokelat) harganya Rp 25 juta. Kalau yang itu (menunjuk sapi lebih besar lagi) dengan harga Rp 27 juta. Sekarang sapi tidak banyak," kata H Yadi.

Pasar hewan Bonyokan Jatinom merupakan pasar milik Desa Bonyokan yang dikelola oleh BUMDes setempat. Di tempat ini, pasaran setiap Legi, bersamaan dengan Pasar Hewan Prambanan. (*)