Peringati Hari Pers Nasional, Jurnalis Yogyakarta Ziarah ke Makam Udin

Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, mengapresiasi semangat yang diusung wartawan Yogyakarta khususnya Bantul yang terus mengingat Udin.

Peringati Hari Pers Nasional, Jurnalis Yogyakarta Ziarah ke Makam Udin
Ziarah ke makam wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin di Gedongan Trirenggo Bantul dalam rangka HPN 2026. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tingkat DIY sejumlah jurnalis Yogyakarta ziarah ke makam wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafrudin (Udin) di Gedongan Kalurahan Trirenggo Kabupaten Bantul, Senin (9/2/2026).

Selain doa, juga dilaksanakan tabur bunga di makam Udin yang dianiaya pada 13 Agustus 1996 dan meninggal 16 Agustus di RS Bethesda Yogyakarta setelah koma selama tiga hari.

Wartawan senior, Sigit Purwita, mengatakan meski meninggalnya sudah 30 tahun atau tiga decade namun semangat dalam berkarya masih relevan hingga kini termasuk kepada wartawan-wartawan muda.

"Ziarah hari ini bukan hanya soal napak tilas soal perkembangan pers di Indonesia tapi momentum menyuarakan kebenaran sebagaimana yang disuarakan Mas Udin. Dia bukan sekadar teman tapi pahlawan dalam profesi wartawan," katanya.

Motif sebenarnya

Baginya, keberanian Udin menuliskan karya yang menyuarakan kebenaran adalah keberanian. Pengorbanan menyampaikan kebenaran tidak hanya mempertaruhkan fisik semata, namun juga nyawanya.

"Selama ini kami wartawan Indonesia hanya bisa menduga kasus ini berkaitan dengan pemberitaan. Kita mendorong aparat menyampaikan ke publik soal motif sebenarnya, meskipun pelaku tidak pernah ditangkap," kata Sigit.

Kalangan wartawan Yogyakarta berharap pemerintah melakukan kajian mendalam untuk menjadikan Udin sebagai pahlawan nasional khususnya di bidang pers.

Demikian juga dengan kalangan awam media berusia muda. Sigit berharap keberanian Udin dalam menyuarakan kebenaran dalam karyanya menjadi keteladanan.

Penghargaan

30 tahun kematian Udin, lanjut dia, wartawan senior berharap adanya penghargaan kepada almarhum. Salah satunya keberadaan monumen di pusara Udin yang menceritakan perjuangannya dalam dunia pers.

Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, mengapresiasi semangat yang diusung wartawan Yogyakarta khususnya Bantul yang terus mengingat Udin. "Ini menjadi bagian bagian dari teman-teman Bantul berjuang memberitakan kebaikan. Semangat Udin bisa menjadi contoh," ujarnya.

Terkait dorongan kepada pemerintah pusat untuk melakukan kajian kemudian menetapkan Udin sebagai pahlawan nasional, seperti Marsinah pahlawan buruh, Jumakir mengaku ini sangat membutuhkan perhatian.

Pada peringatan HPN 2026, Jumakir berharap wartawan tidak hanya sekadar memberitakan tapi juga memberikan solusi demi kebaikan Bantul. (*)