Peringati Hari Pers, KAI Daop 6 Yogyakarta Gelar Media Talk
Selama ini komunikasi cenderung berjalan satu arah dari sudut pandang perusahaan.
KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menggelar acara "Media Talk" bersama puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik dan televisi di Yogyakarta, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah evaluasi serta upaya mempererat sinergi antara KAI dan insan pers dalam menyajikan informasi perkeretaapian yang akurat kepada publik di tahun 2026.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan forum ini sengaja dibentuk untuk membuka ruang diskusi dua arah. Menurutnya, selama ini komunikasi cenderung berjalan satu arah dari sudut pandang perusahaan melalui program One Day One Release.
"Kenapa kita bikin Media Talk ini? Karena selama ini kan yang kita sampaikan adalah dari point of view kami, dari satu sisi. Kami ingin mendengar sudut pandang teman-teman media, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, pariwisata maupun sosial," ujar Feni.
Dinilai krusial
Pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan masukan konstruktif, baik terkait kinerja operasional KAI maupun kinerja unit Humas (Hubungan Masyarakat). Hal ini dinilai krusial untuk memastikan transparansi dan kecepatan informasi yang diterima masyarakat.
Dalam sesi diskusi, Muhammad Syaifulllah selaku perwakilan wartawan mengapresiasi langkah KAI Daop 6 yang proaktif merangkul media. Inilah pentingnya menjaga kolaborasi yang sudah terbangun, tidak hanya sebatas rilis berita tetapi juga kegiatan sinergis lainnya.
"Sinergi antara teman-teman wartawan dengan KAI ini harus kita jaga dengan baik. Baik itu untuk berita maupun hal-hal yang lain yang sifatnya positif," ungkap pria yang akrab disapa Ipung tersebut.
Selain penguatan hubungan, di dalam forum tersebut juga dibahas isu teknis peliputan di lapangan. Wartawan televisi, memberikan masukan terkait penyediaan fasilitas media center di Stasiun Yogyakarta (Tugu), khususnya menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, serta prosedur konfirmasi berita saat terjadi situasi krisis (emergency).
Terkendala lahan
Menanggapi hal tersebut, Feni Novida Saragih berkomitmen mengupayakan fasilitas penunjang bagi jurnalis meski terkendala keterbatasan lahan di area stasiun.
Pihaknya akan terus meningkatkan responsivitas dalam memberikan keterangan resmi, sembari tetap mematuhi prosedur investigasi data dan fakta yang berlaku di internal.
Acara Media Talk ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk menjaga iklim keterbukaan informasi yang positif di wilayah Daop 6 Yogyakarta. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
