Pemkab Sleman Berupaya Menurunkan Angka Stunting

Pemkab Sleman telah melakukan aksi nyata melalui berbagai inovasi, baik di tingkat kabupaten, kapanewon bahkan kalurahan. 

Pemkab Sleman Berupaya Menurunkan Angka Stunting
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting, Rabu (28/5/2025). (istimewa).

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang juga selaku ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman memberikan penjelasan terkait upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting, Rabu (28/5/2025), di Hotel Grand Rohan, Banguntapan Bantul.

Acara Penilaian Kinerja Kabupaten Kota dalam pelaksanaan Aksi 1-8 Konvergensi Penanggulangan Stunting Tahun 2024 oleh pemerintah DIY itu dimaksudkan untuk menurunkan angka stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor di wilayah DIY.

Hadir sekaligus memberikan pemaparan pada acara tersebut tim penanganan stunting se-DIY yakni Wakil Bupati/Walikota sekaligus ketua TPPS di wilayahnya masing-masing. Hadir pula sejumlah kepala OPD terkait di Pemerintah DIY.

Danang menjelaskan prevalensi stunting Kabupaten Sleman pada tahun 2024 sebesar 4,41 persen (e-PPGBM). Angka tersebut mengalami penurunan Sebesar 0.10 persen dibanding tahun 2023 sebesar 4,51 persen.

Aksi nyata

"Sebagai upaya penanggulangan stunting, Pemkab Sleman telah melakukan aksi nyata melalui berbagai inovasi, baik di tingkat kabupaten, tingkat kapanewon, bahkan sampai tingkat kalurahan," jelas Danang.

Inovasi Pemkab Sleman misalnya Gambang Stunting (Gerakan Ajak Menimbang Cegah dan Atasi Stunting), Pecah Ranting Hiburan e Rakyat (Pencegahan Rawan Stunting Hilangkan Gizi Buruk Tingkatkan Ekonomi Rakyat), Pemberian Beras Fortifikasi, dan CANTING GADING (Pencegahan Stunting melalui Audit Kasus Stunting (AKS) Berbasis Wilayah Kalurahan). (*)