Pelatihan Tukang Bangunan Bersertifikat di Sleman Menyesuaikan Anggaran

Pelatihan Tukang Bangunan Bersertifikat di Sleman Menyesuaikan Anggaran
Kegiatan pelatihan tenaga terampil konstruksi P3B DPUPKP Sleman pada tahun 2025. (istimewa)

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman terus mendorong peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi yang terampil dan profesional. Hal tersebut bertujuan untuk mendorong pemberdayaan dan peningkatan ekonomi  masyarakat.

Salah satu langkah dilakukan oleh Bidang Pendataan, Pembinaan dan Pengawasan Bangunan (P3B) melalui kegiatan pelatihan tenaga terampil konstruksi pada 2026. Meski pelaksanaanya menyesuaikan pemberlakuan efisiensi anggaran.

Ketua Tim Pembinaan Jasa Konstruksi Bidang P3B DPUPKP Sleman, Fajar Waskito ST M Eng mengatakan, jadwal pelatihan tukang akan dilakukan di sejumlah Kalurahan, yaitu Mororejo, Donoharjo, Sendangmulyo dan Wukirharjo. Mulai bulan Mei hingga Oktober. "Untuk pelatihan konstruksi SPAM  akan dilakukan dua kali, yaitu di Mororejo dan Sumberrahayu," kata Fajar, Senin (13/4/2026).

Diungkapkan, dengan pemangkasan anggaran pada tahun ini akan digelar pelatihan sebanyak 7 angkatan, masing-masing berjumlah 30 peserta, dengan anggaran senilai Rp 1,3 juta per peserta per kegiatan. "Total peserta tahun ini ada 210 tukang, sebelum adanya efisiensi anggaran, rata-rata peserta sebanyak 330 orang," jelasnya.

Ketua Tim Pembinaan Jasa Konstruksi Bidang P3B DPUPKP Sleman, Fajar Waskito. (istimewa)

Adapun syarat mengikuti pelatihan, peserta harus ber-KTP Kabupaten Sleman, untuk jenjang tukang minimal berijazah Sekolah Dasar (SD). Pelaksanaan selama 2 hari dengan menggandeng Asesor Lembaga Sertifikasi Konstruksi, pada hari pertama akan disampaikan pembekalan materi terkait konstruksi dan di hari ke-2 dilakukan praktek dan sertifikasi.

"Nanti para peserta akan mendapatkan fasilitas antara lain, APD, konsumsi, modul, uang transpor, materi narasumber dan sertifikat," kata Fajar.

Menurutnya, program pelatihan bersertifikasi ini telah digulirkan sejak 2016 dan pada tahun 2028 ditargetkan rancangan ini dapat dirasakan menyeluruh di Kabupaten Sleman. "Capaian pelatihan dan sertifikasi hingga 2026 sebanyak 75 persen, tahun 2028 target selesai di seluruh wilayah Sleman, hingga 100 persen," katanya.

Pihaknya berharap dengan adanya pelatihan, dapat meningkatkan kualitas bangunan, menjamin hasil konstruksi sesuai dengan perencanaan, aturan yang berlaku, dan bermutu tinggi untuk menghindari kegagalan struktur. Juga untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi.

Peningkatan ekonomi

"Diharapkan dengan adanya pelatihan, maka mutu pekerjaan konstruksi akan lebih baik karena para tukang telah tersertifikasi, serta dapat mendorong peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat," jelas Fajar.

Untuk mengakomodir kebutuhan tenaga tukang yang tersertifikasi, pihaknya juga telah menciptakan sistem informasi melalui website limasan.id yang dapat diakses masyarakat. "Melalui limasan.id masyarakat dapat mencari tukang (tersertifikasi) sesuai dengan wilayahnya," sambungnya. (*)