Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Tradisional di Klaten Kembalikan Kios ke Pemda
Karena kondisi pasar sepi dan tidak ada generasi penerus.
KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Pedagang yang berjualan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Klaten banyak yang memilih mengundurkan diri dan tidak berjualan. Sebagai konsekuensi atas keputusan itu, pedagang mengembalikan kios dan los tempatnya berjualan ke Pemkab Klaten.
Diperoleh informasi, keputusan mengembalikan kios dan los tersebut karena beberapa faktor, di antaranya usia lanjut dan sudah tidak ada lagi yang melanjutkan, kondisi pasar sepi pembeli dan naiknya retribusi.
Di Pasar Mlinjon Klaten Selatan misalnya, terdapat 28 kios namun tiga pedagang memutuskan mengundurkan diri dan tidak lagi berjualan.
Ditemui di Pasar Mlinjon, beberapa pedagang mengatakan akhir-akhir ini kondisi pasar memang sepi. Banyak pedagang yang tidak berjualan dan pengunjung pun sepi.
Kios-kios di Pasar Mlinjon Klaten Tengah sudah lama tutup karena tidak dipakai berjualan oleh pedagang. (masal gurusinga/koranbernas.id)
"Kios di deretan ini, hanya ada dua kios saja yang buka nomor 14 dan 15 jualan sepatu sandal dan pakaian. Di deretan itu tidak ada yang buka. Kami jualan sayur di los dan itu pun sepi," kata beberapa pedagang, Selasa (14/4/2026).
Begitu juga di Pasar Masaran Cawas. Di pasar tersebut ada 26 pedagang los yang mengundurkan diri karena kondisi pasar sepi dan tidak ada generasi penerus. Selain itu, ada juga pedagang yang meninggal dunia.
Di Pasar Kembang Kemalang dikabarkan ada tujuh pedagang yang mengundurkan diri dan di Pasar Gedhe Klaten ada 70-an pedagang yang mengundurkan diri karena diputus per Januari 2026 lalu dan membebani target.
Pemkab Klaten memiliki 49 pasar tradisional yang pengelolaannya oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP). Saat ini kondisi pasar banyak yang sepi karena pedagang pasar harus berkompetisi dengan pedagang online dan pedagang keliling. (*)
Masal Gurusinga
