Pelajar Bantul Diperkenalkan Tentang Politik

politik harus diperkenalkan sejak dini agar para pelajar bisa memahami arti politik dan demokrasi

Pelajar Bantul Diperkenalkan Tentang Politik
Peserta program Pendidikan politik dan narasumber berfoto bersama. (sariyati wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, BANTUL--Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bantul menggelar acara pendidikan politik bagi pelajar dengan tema “Pemilih Pemula Melek Politik:Kunci Masa Depan Demokrasi Berkualitas” di SMP Negeri 1 Kasihan Jalan Wates Onggobayan Kalurahan Ngestiharjo Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul, Jumat (1/8/2025) sore.

Acara yang dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Bantul, Heru Wismantoro MM tersebut menghadirkan narasumber Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, Pemerhati perempuan dan anak, Miftah Bacria Sa'adah dan diikuti 75 orang siswa.

Heru mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan politik kepada generasi muda khususnya pelajar.

"Diharapkan mereka nanti akan memahami dan menjadi generasi yang memiliki pandangan politik baik dan menggunakan hak politiknya secara bertanggung jawab,” katanya.

Senada dikatakan oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesbangpol Bantul, Novita Pristiani Dewi bahwa politik harus diperkenalkan sejak dini agar para pelajar bisa memahami arti politik dan demokrasi.

“Mereka harus melek politik,” kata Novi.

Dengan demikian kelak ketika mereka sudah memiliki hak pilih akan menggunakannya secara bertanggung jawab, jujur, tidak terlibat politik praktis maupun politik identitas, tidak termakan hoaks atau berita bohong, paham siapa yang dipilih dan tumbuh menjadi warga negara yang baik. Sebab suara mereka kelak sangat berarti bagi bangsa.

“Kegiatan seperti ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya kita juga sudah melaksanakan kegiatan serupa dengan menyasar para pelajar mengambil tempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan masih akan kita laksanakan sekali lagi sehingga untuk tahun 2025 ada 3 kali kegiatan dengan menyasar serta sekitar 300 pelajar yang ada di Kabupaten Bantul,” terangnya.

Jumakir mengatakan bahwa pelajar harus memahami jika apapun yang saat ini mereka lakukan diantaranya adalah produk politik.

"Misal membuat KTP itu juga produk politik. Maka politik adalah sesuatu yang sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Semua produk undang-undang dan peraturan yang ada di negara ini adalah produk politik,” Jumakir menandaskan. 

Maka perlu sekali para pelajar sejak dini sudah mengetahui bahwa politik adalah sesuatu yang sangat penting bagi keberlangsungan bangsa dan negara. Dengan memahami maka mereka akan berperan aktif didalamnya.  

“Politik adalah tentang bagaimana kita memutuskan sesuatu secara bersama sama baik di sekolah, lingkungan maupun negara,” terang Miftah dalam materinya.

“Kalau kalian mengerti politik dari sekarang, maka kalian bisa menjadi bagian dari perubahan positif nanti,” lanjutnya.

Politik bukan semata urusan orang dewasa, namun juga generasi muda. Karena di saat mereka berusia 17 tahun atau memiliki KTP maka sudah memiliki hak pilih.

“Kenapa kita harus tahu politik? Karena kamu calon pemilih. Dan politik mempengaruhi hidup kita sehari-hari dan biar tidak dibohongi hoaks,” kata Miftah. 

Sementara demokrasi adalah sistem pemerintahan dimana rakyat punya hak menentukan masa depannya dan kekuasaan politik tertinggi di tangan rakyat.

Dalam demokrasi, rakyat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, baik secara langsung maupun melalui perwakilan yang mereka pilih.

Jika di lingkup sekolah contoh demokrasi adalah pemilihan Osis, voting menentukan studi tour dan lainnya. Ciri demokasi bebas berpendapat, punya hak suara, keputusan dibuat bersama dan ada pemilu buat pemimpin. 

“Demokrasi penting dan butuh kalian. Sebab jika cuek sama demokrasi maka nanti yang menang adalah mereka yang tidak peduli sama kamu,” katanya. (*)