PDAM Purworejo Menjamin Pasokan Air Tetap Mengalir

Kami akan mengaktifkan bak penampungan Simbarjoyo yang sempat mangkrak.

PDAM Purworejo Menjamin Pasokan Air Tetap Mengalir
Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- PDAM Tirta Perwitasari Purworejo menyiapkan strategi menghadapi kemungkinan terjadinya kekeringan saat musim kemarau panjang. Sejumlah langkah strategis dipersiapkan guna menjamin pasokan air bersih tetap mengalir. BUMD tersebut bertekad selalu memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggan.

Direktur PDAM Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, menjelaskan meskipun intensitas hujan masih terjadi hingga pertengahan Mei, pihaknya tidak ingin kecolongan saat kemarau mencapai puncaknya.

Pihaknya berharap masyarakat yang berada di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan di Kabupaten Purworejo tidak khawatir. “Untuk menanggulangi kekurangan air bersih di wilayah tertentu, kami akan kembali mengaktifkan bak penampungan Simbarjoyo yang sempat mangkrak,” ujar Hermawan, Rabu (20/5/2026).

Nantinya, bak penampungan tersebut akan difokuskan untuk menyuplai wilayah perkotaan Purworejo, terutama kawasan niaga yang selama ini mengandalkan pasokan dari sumur bor.

Ganti pompa

Selain itu, pihaknya juga akan mengganti pompa di penampungan air di Bendung Boro. "Pompa di Boro akan diperbesar agar mampu menyuplai air bersih ke tiga wilayah yaitu Purwodadi, Banyuurip dan Purworejo. Untuk mengantisipasi jika debit air di penampungan pusat yang berada di kantor menurun," tambahnya.

Menurut dia, pasokan air bersih untuk wilayah Purworejo bagian barat, akan ditopang dari sumber air di Kemiri dan Pituruh. Sedangkan kebutuhan air bersih di wilayah selatan seperti Kecamatan Butuh dan Grabag akan ditopang dari saluran PAM Regional Jembangan, Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen.

Ke depan, PDAM Purworejo juga berencana melakukan ekspansi jaringan pipa secara masif ke wilayah selatan, mulai dari Grabag, Bojong, Rowodadi hingga Harjobinangun.

“Jadi, daerah yang dulu sering kekeringan, nantinya bisa ter-cover dari berbagai sumber milik PDAM maupun hasil kerja sama dengan PAM Regional Tirta Utama Jawa Tengah,” kata dia.

Bantuan subsidi

Hermawan menambahkan jika ada warga masyarakat yang mengalami kekeringan dan menginginkan bantuan subsidi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), bisa mengirimkan surat ke BPBD, kemudian diteruskan ke PDAM.

“Bagi yang berminat membeli pasokan air PDAM, besarnya tarif ditentukan zona, taksiran harga Rp 300 ribu - Rp 350 ribu untuk 4.000 liter air bersih,” jelasnya. (*)