menteri-desa-ke-sleman-tak-perlu-khawatir-masa-depan-indonesiaKunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, di BBLM Yogyakarta, Selasa (29/10/2019). (istimewa)


bid-jalasutra

Menteri Desa ke Sleman, Tak Perlu Khawatir Masa Depan Indonesia

SHARE

KORANBERNAS.ID -- Bupati Sleman Sri Purnomo menerima kunjungan kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, di Kantor Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta, Selasa (29/10/2019).

Didampingi Kepala BBLM Yogyakarta, Erlin Chaerlinatun, bupati menyatakan kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan.


Baca Lainnya :

“Kehadiran Bapak Abdul Halim Iskandar suatu kehormatan bagi kami. Kami berharap, kehadiran Bapak dapat memotivasi kami dalam upaya mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera," kata dia.

Menurut Sri Purnomo, Pemerintah Kabupaten Sleman terus bekerja sama dengan BBLM Yogyakarta untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat desa.


Baca Lainnya :

“Pelatihan yang pernah diberikan oleh Balai Besar Latihan Masyarakat  Yogyakarta untuk warga Sleman dari tahun 2015 hingga tahun 2019 sebanyak 340 orang alumni,” jelasnya.

Dia mengatakan BBLM Yogyakarta merupakan satker UPTP di bawah Kemendesa yang sangat dirasakan kehadiran serta perannya oleh masyarakat Sleman.

Pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh BBLM dinilai bersifat inovatif, inspiratif, kreatif dan memberikan kontribusi aktif dalam program pemberdayaan bagi masyarakat desa.

“Kontribusi BBLM Yogyakarta dalam program pemberdayaan masyarakat desa di Kabupaten Sleman utamanya dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana desa sangatlah besar,” tambahnya.

Tak khawatir

Abdul Halim Iskandar mengungkapkan dirinya mendapatkan informasi cukup banyak dan dirasa bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat.

“Melihat paparan dan kondisi Yogyakarta khususnya Sleman, Indonesia ini tidak perlu dikhawatirkan masa depannya. Pasti lebih maju dari sekarang. Kuncinya adalah keberhasilan pembangunan desa,” katanya.

Menurut dia, akumulasi keberhasilan pembangunan desa adalah keberhasilan pembangunan di tingkat Kecamatan. Sementara akumulasi keberhasilan pembangunan di Kecamatan adalah keberhasilan pembangunan Kabupaten.

Saat ini pemberdayaan sumber daya manusia dan ekonomi menjadi prioritas.

“Penguatan dan peningkatan sumber daya manusia itu tidak hanya skill, tapi juga sikap, sistem nilai, pembangunan karakter. Semua yang berkaitan dengan membangun manusia paripurna, itu termasuk dalam penguatan sumber daya manusia,” ujarnya. (sol)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini