atas1

Pertama Kali, Pilkades Serentak Pakai e-Voting

Selasa, 29 Okt 2019 | 22:55:07 WIB, Dilihat 476 Kali
Penulis : Nila Jalasutra
Redaktur

SHARE


Pertama Kali, Pilkades Serentak Pakai e-Voting Sosialisasi Pilkades secara elektronik di Ruang Srikandi Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta, Selasa (29/10/2019). (istimewa)

Baca Juga : Menteri Desa ke Sleman, Tak Perlu Khawatir Masa Depan Indonesia


KORANBERNAS.ID -- Pemkab Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menyelenggarakan Sosialiasi Pemilihan Kepala Desa secara elektronik.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Srikandi Komplek Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta, Selasa (29/10/2019), dihadiri camat, kades, danramil dan kepolisian se-Kabupaten Sleman.

Pemateri dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait tata cara dan pemahaman pilkades elektronik dan manual.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun  menyambut baik dan sangat mendukung pelaksanaan pilkades secara elektronik.

“Saya menaruh harapan besar pada sosialisasi ini terhadap keberhasilan pelaksanaan pemilihan kepala desa secara elektronik di Kabupaten Sleman. Terlebih lagi pelaksanaan Pilkades dengan e-voting yang akan dilaksanakan oleh Kabupaten Sleman pada tahun 2020 merupakan yang pertama kali di DIY,” katanya.

Kelancaran pilkades di Sleman dengan e-voting merupakan sebuah keniscayaan yang memerlukan dukungan dan peran aktif dari seluruh pihak termasuk dari peserta sosialisasi ini.

Dia berharap peserta sosialisasi berdialog, bertukar wawasan dan pengetahuan tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa secara elektronik, sehingga terlaksana dengan baik, akurat, akuntabel, efektif, efisien dan lancar.

Untuk merealisasikan pilkades melalui e-voting yang jujur, transparan dan kredibel Pemkab Sleman melibatkan tujuh perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Kami yakin dengan sosialisasi ini serta bantuan dari tujuh perguruan tinggi maka pilkades dengan e-voting Insyaallah terlaksana dengan baik dan lancar,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sleman, Priyo Handoyo, mengatakan sosialisasi diperlukan guna memberikan satu pemahaman di tingkat kecamatan dan desa.

Pemilihan kepala desa akan diselenggarakan pada 2020, sehingga enam bulan sebelum pemilihan dilakukan sosialisasi.

Sebelum terjun  ke masyarakat, perlu ada pemahaman yang sama di tingkat kecamatan yang melibatkan unsur muspika dan OPD.

“Kita akan lakukan pilkades serentak di 49 desa secara elektronik,” katanya. (sol)



Selasa, 29 Okt 2019, 22:55:07 WIB Oleh : Nila Jalasutra 504 View
Menteri Desa ke Sleman, Tak Perlu Khawatir Masa Depan Indonesia
Selasa, 29 Okt 2019, 22:55:07 WIB Oleh : Nanang WH 370 View
Alumni SMAN Gombong Bantu Air Bersih 1,2 Juta Liter
Selasa, 29 Okt 2019, 22:55:07 WIB Oleh : Sari Wijaya 311 View
Minat Tinggi, Daftar Tunggu Transmigran Bantul 78 KK

Tuliskan Komentar