Mahasiswa dari Berbagai Negara Belajar Membatik di Imogiri
Kegiatan ini digelar untuk memperkuat pemahaman mahasiswa lintas negara tentang risiko kesehatan di lingkungan kerja.
KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menggelar International Summer Course on Interprofessional Healthcare yang berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Farmasi UGM.
Tahun ini, kegiatan bertema Promoting Resilient Workplaces and Sustainable Environments for Global Health Equity itu diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Belanda, Thailand, Pakistan, Myanmar dan Indonesia.
Peserta berasal dari sejumlah institusi pendidikan tinggi seperti Vrije Universiteit Medical Center (Belanda), University Medical Center Groningen (Belanda), Mahidol University (Thailand), Universitas Pattimura, Universitas Islam Internasional Indonesia dan Universitas Gadjah Mada.
Mereka terlihat antusias saat belajar membatik di Sentra Batik Tulis Giriloyo, Wukirsari Imogiri Bantul, Minggu (2/11/2025). Ini merupakan bagian dari sinergi, pembelajaran dan kolaborasi lintas disiplin guna membahas isu-isu kesehatan kerja, lingkungan serta keberlanjutan sistem kesehatan global.
Foto bersama Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr Ahmad Hamim Sadewa Ph D, jajaran FK-KMK UGM dan mahasiswa internasional. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)
Kegiatan ini digelar untuk memperkuat pemahaman mahasiswa lintas negara tentang risiko kesehatan di lingkungan kerja di tengah pesatnya industrialisasi.
Berdasarkan laporan International Labour Organization (ILO), lebih dari 2,9 juta pekerja di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit dan kecelakaan kerja, serta terdapat 374 juta kasus cedera akibat kerja.
Data Kementerian Ketenagakerjaan RI tahun 2022 mencatat 265.334 kasus kecelakaan kerja, sebagian besar dapat dicegah melalui penerapan protokol keselamatan yang ketat.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr Ahmad Hamim Sadewa Ph D, mengatakan program ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk memahami dan mengantisipasi risiko kesehatan di tempat kerja.
Melampaui jumlah
“Kematian akibat kecelakaan kerja kini melampaui jumlah korban kecelakaan lalu lintas, perang dan HIV/AIDS. Kesehatan tidak hanya dibangun di rumah sakit, tetapi juga di tempat kerja dan komunitas,” ujarnya.
Ketua Tim Internasionalisasi FK-KMK UGM, dr Dwi Aris Agung Nugrahaningsih M Sc Ph D, menambahkan bahwa kegiatan ini memperkuat kolaborasi lintas profesi dan budaya.
“Mahasiswa belajar menilai risiko, merancang intervensi dan memahami konteks sosial-budaya dalam kesehatan kerja. Pendekatan interprofesional seperti ini penting untuk mewujudkan keadilan kesehatan global,” jelasnya.
Sebagai bagian dari pembelajaran lapangan, peserta juga melakukan kunjungan ke Desa Batik Giriloyo Wukirsari Bantul, untuk mempelajari penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja dalam industri kreatif.
Potensi risiko
Mereka mengamati langsung proses pembuatan batik tulis, mulai dari persiapan bahan, pewarnaan, hingga tahap penyelesaian akhir serta mengidentifikasi potensi risiko kerja di setiap tahapan produksi.
Dr Drs Abdul Wahab MPH menjelaskan kegiatan ini memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep kesehatan kerja di sektor non-industri.
“Mahasiswa belajar bagaimana praktik keselamatan sederhana seperti penggunaan alat pelindung diri dan pengaturan ventilasi bisa berdampak besar bagi kesehatan pekerja,” katanya.
Sementara itu, Vena Jaladara SKM MPH menilai kolaborasi ini membuka ruang refleksi bagi tenaga kesehatan masyarakat untuk turut berperan dalam edukasi keselamatan kerja.
Saling belajar
Tiyastiti Suraya S Si MEM dari Tim Desa Batik Giriloyo mengapresiasi keterlibatan mahasiswa internasional. “Kami saling belajar tentang keselamatan kerja perajin batik tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal,” ujarnya.
Program Summer Course on Interprofessional Healthcare dirancang untuk memperkuat pembelajaran interdisipliner dengan mengintegrasikan keunggulan akademik dan keterlibatan langsung bersama masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FK-KMK UGM berharap dapat membentuk generasi profesional kesehatan yang tangguh, berwawasan global dan berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan serta keselamatan kerja. (*)
Muhammad Zukhronnee Muslim
