Padahal, Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 22 Agustus 2024 lalu telah menerbitkan SK Nomo 540/20 tahun 2024 tanggal 22 Agustus 2024 tentang HET LPG 3 kilogram pada titik serah sub penyalur/pangkalan dengan harga Rp 18 ribu/ tabung.
Seperti yang sering terjadi di sekitar Pasar Ngangkruk Desa Tambak Kecamatan Mojosongo Boyolali dan sekitarnya. Di kawasan itu, ada mobil pickup nopol AD 8302 RM penuh muatan LPG 3 kilogram berkeliling memasok LPG 3 kilogram ke beberapa tempat. Tidak hanya ke pengecer, ke pangkalan juga dia jual.
Di sela-sela menurunkan muatan LPG 3 kg di salah satu pengecer di depan Pasar Ngangkruk, Narno, sopir mobil itu mengakui kalau dirinya adalah seorang pangkalan dari salah satu agen LPG 3 kilogram di Boyolali.
"Saya pangkalan dari Gusta (PT Gusta Gemilang alamat di Karanggede) tapi punya kantor juga di Boyolali kota. Setiap hari saya dapat kiriman 80 tabung dari agen," katanya saat berbincang-bincang dengan
koranbernas.id baru-baru ini.
Dia memilih mengantar keliling LPG 3 kilogram itu karena stok di rumah banyak. "Warga sekitar tetap saya kasih tapi karena masih banyak, saya antar ke pengecer yang kosong-kosong. Ini tadi habis dari Singosari, sini (Pasar Ngangkruk) dan lainnya," ujarnya.
Selain mengirimi ke pengecer-pengecer, Narno juga mengaku mengirimi LPG 3 kilogram ke pangkalan Purwantono, salah seorang pedagang pasar Ngangkruk. Padahal, Purwantono agennya PT Tritra Perkasa Boyolali yang artinya pangkalan tersebut tidak boleh menerima kiriman LPG 3 kilogram dari agen lain atau pangkalan lain karena sudah terikat perjanjian/kontrak.
Salah seorang pengecer di pasar Ngangkruk yang menerima kiriman LPG 3 kilogram dari Narno mengaku dirinya membeli LPG 3 kilogram itu karena banyak dibutuhkan warga. "Saya beli Rp 20 ribu per tabung dan menjual lagi kepada warga Rp 22 ribu per tabung," jelas pengecer itu.
Senada diungkapkan Purwantono, pangkalan PT Tritra Perkasa Boyolali. Dia mengaku membeli LPG 3 kilogram dari Narno pada tanggal 20 September lalu.
Dari informasi yang disampaikan Narno,
koranbernas.id mencoba menelusuri keberadaan agen PT Gusta Gemilang di Kecamatan Karanggede Boyolali. Benar saja, PT Gusta Gemilang memiliki gudang di belakang SPBU Desa Beji Kecamatan Andong, tepatnya di pinggir Jalan Gemolong-Karanggede km.15 dan berkantor di Boyolali Kota.
Agen PT Gusta Gemilang Boyolali membantah kalau Narno adalah pangkalannya. "Kami tidak punya pangkalan atas nama Narno," kata staf PT Gusta Gemilang saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (5/10/2024) siang. (*)